SIMEULUE — Mimpi yang dipelihara sejak kecil akhirnya menjadi nyata. Safii, putra asli Pulau Siumat, sebuah desa kepulauan terpencil di Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, berhasil menuntaskan pendidikan Magister Administrasi Pendidikan dan resmi menyandang gelar M.Pd.
Safii lahir dan besar di Desa Pulau Siumat, wilayah kepulauan yang dikenal memiliki keterbatasan akses transportasi dan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pulau ini terpisah dari ibu kota Kabupaten Simeulue oleh lautan dengan jarak tempuh sekitar 11 mil laut atau kurang lebih 2,5 jam perjalanan laut apabila cuaca bersahabat.

Terlahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana, tidak menyurutkan semangat Safii untuk terus berjuang menggapai pendidikan setinggi mungkin. Sejak usia sekolah, tekadnya sudah tertanam kuat untuk keluar dari keterbatasan tanpa meninggalkan jati diri sebagai anak pulau.
Mantan Ketua OSIS SMP Negeri 3 Simeulue Timur ini menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri Swasta Pulau Siumat pada tahun 2000, melanjutkan ke SMP Negeri 5 Simeulue Timur dan lulus pada 2003. Pendidikan menengah atas ia tempuh di SMA Negeri 1 Sinabang hingga tamat tahun 2006. Safii kemudian melanjutkan studi S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan lulus pada tahun 2010.

Perjalanan akademiknya berlanjut hingga jenjang Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK). Pada tahun 2026, Safii berhasil menyelesaikan studi Magister Administrasi Pendidikan hanya dalam tiga semester.
“Alhamdulillah, capaian ini berkat usaha dan doa dari banyak pihak. Studi Magister Administrasi Pendidikan saya tuntas dalam tiga semester, disertai artikel penelitian ilmiah yang terbit di jurnal terindeks Sinta 2 dan telah diverifikasi melalui Standar Jaminan Mutu (SJM) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala,” ujar Safii, yang akrab disapa Ing, kepada media ini, Kamis (25/01/2026).
Ia menjelaskan, kelulusannya diperoleh melalui ujian sidang tesis yang dihadiri satu orang profesor dan tiga orang doktor sebagai penguji. Dari hasil sidang tersebut, Safii dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademik Magister Pendidikan (M.Pd).
Adapun tesis yang dipertahankan berjudul “Manajemen Peran Serta Masyarakat di Satuan Pendidikan Satu Atap Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) Kabupaten Simeulue.” Sidang tesis berlangsung di Ruang 1 Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Aktivis kampus yang pernah menjadi pentolan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unsyiah ini juga mencatatkan sejarah sebagai putra pertama kelahiran Pulau Siumat yang berhasil meraih gelar Magister. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda di Pulau Siumat untuk terus menempuh pendidikan setinggi-tingginya.
“Semoga ilmu yang saya peroleh dapat dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di satuan pendidikan wilayah 3T,” tambah mantan Koordinator Kepala Sekolah Penggerak Kabupaten Simeulue tersebut.
Saat ini, Safii menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN–SMP Satu Atap Pulau Siumat. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen pembimbing tesis, rekan guru di Pulau Siumat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses pendidikan.
“Terutama kepada keluarga tercinta yang selalu memberikan dukungan dan doa, sehingga studi ini dapat diselesaikan tepat waktu,” pungkas juara 2 kepala sekolah dedikatif se-Provinsi Aceh tahun 2023 itu. (Q)














