BREBES – Karang Taruna Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menggelar kegiatan bertajuk Workshop Remaja Anti Narkoba pada Minggu (31/5/2026). Acara yang berlangsung di Padepokan Kalisoga ini dihadiri sekitar 70 peserta, yaitu pemuda dan pemudi anggota Karang Taruna Desa Slatri dengan rentang usia 15 hingga 22 tahun.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Luyan Aziz Rahayu, ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Heri Fitriansyah, S.T., M.Si., serta Kepala Desa Slatri, Ahmad Dasuki. Workshop ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dan nyata untuk membentengi generasi muda desa dari bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang, serta berbagai perilaku kenakalan remaja lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Slatri, Ahmad Dasuki, memberikan penekanan besar mengenai peran vital pemuda sebagai penggerak kemajuan desa. Ia mengajak seluruh peserta meningkatkan kesadaran diri sebagai agen perubahan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat. Menurutnya, masa muda adalah waktu emas yang seharusnya diisi dengan prestasi dan karya nyata, bukan disia-siakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat atau merusak masa depan.
“Pemuda harus menjadi agen perubahan. Utamakan jalur prestasi dan hal-hal positif dibandingkan menghabiskan masa muda untuk hal yang tidak bermanfaat. Desa Slatri harus bersih dari narkoba dan obat-obatan terlarang,” tegas Ahmad Dasuki di hadapan para peserta.
Lebih jauh, Ahmad Dasuki menegaskan komitmen tegas pemerintah desa bersama seluruh warga masyarakat. Ia menjamin dan memastikan bahwa di seluruh wilayah Desa Slatri tidak boleh ada praktik penjualan obat keras maupun peredaran barang terlarang. Bahkan, ia menyatakan kesiapannya untuk turun langsung bersama warga memutus mata rantai dan membubarkan segala bentuk peredaran obat-obatan berbahaya tersebut demi menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan.
“Kami berkomitmen, tidak akan membiarkan ada penjualan obat keras di wilayah Desa Slatri. Kami siap bahu-membahu bersama warga untuk mencegah dan memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersebut sampai ke akar-akarnya,” tandasnya dengan tegas.
Sementara itu, narasumber Heri Fitriansyah, S.T., M.Si., mengupas materi secara mendalam mengenai psikologi dan dinamika masa remaja. Ia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase peralihan krusial dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, yang menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan masa depan seseorang, baik dari sisi biologis, psikologis, maupun sosial.
“Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju kedewasaan. Ini adalah masa yang akan menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan masa depan, baik secara fisik, mental, maupun pola pergaulan. Oleh karena itu, remaja harus benar-benar memahami jati dirinya sendiri sebelum mengambil setiap keputusan dalam hidup,” papar Heri Fitriansyah.
Heri juga menggarisbawahi bahwa penanganan masalah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba tidak boleh hanya berfokus pada dampak atau akibat yang muncul saja. Lebih penting lagi, akar masalahnya harus digali dan disosialisasikan agar pemahaman remaja menjadi utuh. Ia menyoroti banyaknya remaja saat ini yang berada dalam kondisi kurang ideal, baik dari segi fisik, mental, psikologis, maupun lingkungan sosialnya.
Menurutnya, peran keluarga, lingkungan sekolah, dan komunitas sangat menentukan serta harus menjadi basis utama dalam sistem pencegahan peredaran narkoba. Ketiga lingkungan ini harus bekerja sama membimbing remaja agar memahami bahwa masa muda adalah masa kehidupan yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
“Banyak remaja saat ini berada dalam kondisi yang belum ideal, baik fisik, mental, maupun sosialnya. Mereka butuh pemahaman yang utuh tentang diri mereka sendiri. Agar mereka sadar, bahwa masa remaja adalah masa emas kehidupan yang sangat penting dan berharga, jangan sampai disia-siakan dengan hal-hal yang merusak,” tambah Heri.
Kegiatan ini berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui workshop ini, diharapkan para pemuda dan pemudi Desa Slatri tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga bertekad kuat menjadi pelopor desa bersih narkoba, berprestasi, dan mampu membawa nama baik desa di masa depan.











