BANDA ACEH – Pembukaan ceremony Expo PKA ke-8, yang digelar dalam rangka Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-8 tahun 2023, telah berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung yang membanjiri Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, pada Senin (6/11/2023) malam.
Acara ini menjadi magnet bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang turut meramaikannya.
Pameran ini bukan hanya memberikan kesempatan bagi para pedagang, tetapi juga menciptakan suasana penuh semangat di mana sejumlah pelaku UMKM, seperti pedagang gorengan crispy crab, melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan. Pengunjung yang membanjiri lapangan terlihat antusias menikmati kuliner khas Aceh, menciptakan dampak positif pada para penjual.
“Alhamdulillah dagangannya banyak yang beli karena acara pembukaan Expo PKA sehingga jumlah pengunjung meningkat” ungkap Azhari salah seorang pedagang.
Pedagang kopi mobil juga merasakan dampak positif, melaporkan peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat dari hari-hari sebelumnya. Pengunjung yang datang untuk menikmati konser dan acara kebudayaan sepertinya tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati segelas kopi yang nikmat.
“Pengunjungnya ramai sekali jadi Alhamdulillah banyak yang ngopi tdi, y bisa dibilang tiga kali lipat dari biasanya,” jelas Zikri seorang pedagang kopi mobil (coffe car).
Tidak hanya kuliner, pedagang pakaian yang menawarkan berbagai produk terkait PKA Ke-8 juga meraih manfaat besar dari lonjakan pengunjung. Produk pakaian yang berkaitan erat dengan tema acara ini menjadi favorit di kalangan pengunjung, membuka peluang peningkatan penjualan yang signifikan bagi para pedagang pakaian.
Pameran ini juga menjadi platform bagi 180 Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM untuk memamerkan berbagai produk, termasuk kuliner, pakaian, aksesoris, dan produk kecantikan. Hal ini menciptakan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka dan meraih kesuksesan yang lebih besar.
Menariknya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Ir. MOHD.TANWIER, MM, melaporkan bahwa transaksi penjualan UMKM selama dua hari Expo PKA Ke-8 mencapai lebih dari Rp 2 Miliar.
“Sekitar Rp 2 miliar lebih transaksi perputaran ekonomi disini yang diperoleh dari pelaku UMKM,” ungkapnya.
Pencapaian ini diumumkan pada Opening Ceremony Expo PKA Ke-8 dan menjadi bukti nyata dampak positif acara ini terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh.
Menurutnya, ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa semenjak kegiatan Expo PKA ini dimulai. Karna dengan pendapat sebesar itu, dipastikan akan meningkat pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya warga Aceh.
“Dengan transaksi penjualan Rp 2 miliar, Expo PKA 8 telah membuktikan dampak positif dalam mendukung perkembangan ekonomi masyarakat Aceh,” jelasnya.
Expo PKA Ke-8 tidak hanya dihadiri oleh IKM dan UMKM, tetapi juga melibatkan industri besar lainnya, seperti otomotif, makanan pabrikan, perusahaan rokok besar, pasar retail modern, dan sektor lainnya. Keberagaman produk dan layanan yang ditawarkan menciptakan pengalaman belanja yang lengkap bagi pengunjung.
Pameran ini tidak hanya tentang produk, tetapi juga menampilkan berbagai acara kebudayaan yang memukau pengunjung. Penampilan artis terkenal seperti Pupha Ethanica dan Rialdoni berhasil menghibur penonton dan mengundang banyak pengunjung.
Pekan Kebudayaan Aceh Ke-8 Tahun 2023 menjadi kesempatan besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan mereka sambil memberikan pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi pengunjung. Dengan beragam produk dan hiburan yang ditawarkan, pameran ini menjadi magnet besar bagi masyarakat Aceh dan pengunjung dari luar daerah yang ingin merasakan keindahan budaya dan pesatnya perkembangan bisnis di Aceh.
Acara ini bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk membangun jaringan dan kolaborasi antara pelaku industri kecil dan menengah. Berbagai seminar, lokakarya, dan forum diskusi diadakan selama Expo PKA Ke-8, memberikan peluang bagi para pelaku usaha untuk bertukar pengalaman, mendapatkan wawasan baru, dan memperluas pengetahuan mereka dalam mengelola usaha.
Selain itu, kehadiran industri besar dalam pameran ini juga membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara UMKM dengan perusahaan besar. Kolaborasi semacam ini dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih berdaya saing.
Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, Expo PKA Ke-8 juga memberikan perhatian khusus pada pelestarian dan promosi budaya Aceh. Melalui berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran ini berhasil menyampaikan warisan budaya yang kaya kepada pengunjung. Keberagaman seni dan budaya yang dipertontonkan menjadi penanda penting dalam memperkuat identitas Aceh dan membangkitkan rasa kebanggaan masyarakat setempat.
Para pengunjung, selain menikmati berbagai produk dan penampilan seni, juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan amal yang diselenggarakan sepanjang acara. Hal ini mencerminkan semangat kepedulian dan kebersamaan yang diusung oleh Expo PKA Ke-8, mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan amal dan memberikan dampak positif bagi mereka yang membutuhkan.
Pada akhirnya, Expo PKA Ke-8 tahun 2023 tidak hanya berhasil sebagai platform bisnis, tetapi juga menjadi peristiwa yang memperkaya pengalaman masyarakat Aceh dan pengunjung. Kombinasi antara aspek bisnis, kebudayaan, dan kepedulian sosial menjadikan pameran ini sebagai wujud nyata integrasi yang holistik dalam mendukung perkembangan dan kesejahteraan masyarakat Aceh secara keseluruhan.














