Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Airlangga – Andika Ungguli Pasangan Capres dan Cawapres Potensial Pada Survei PSI

images 2

JAKARTA – Lembaga penelitian Panel Survei Indonesia (PSI) melakukan jajak pendapat terkait calon presiden pilihan rakyat, Kamis (29/9/2022).

Hasil survei tersebut, mayoritas masyarakat menjagokan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2024.

Dalam jajak pendapat ini, PSI juga melakukan simulasi kandidat capres laki-laki berpasangan dengan perempuan.

Pertanyaannya, pasangan mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini?

Disusul Prabowo Subianto – Sri Mulyani 20,88 persen. Di posisi buncit ada pasangan Anies Baswedan-Puan Maharani 18,64 persen, dan tidak memilih sebanyak 11,37 persen.

Maka hasilnya pasangan Airlangga Hartarto – Khofifah Indar Parawansa dipilih sebanyak 27,28 persen. Kemudian Ganjar Pranowo – Susi Pudjiastuti 21,83 persen.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Akan Umumkan Calon Cawapresnya

Sementara, untuk simulasi pasangan sipil-militer, preferensi pilihan masyarakat juga memenangkan Airlangga.

Berduet dengan Moeldoko, Airlangga dipilih masyarakat sebanyak 27,28 persen. Jauh mengungguli Anies Baswedan – Gatot Nurmantyo yang hanya 19,18 persen.

“Bahkan kalau Airlangga berduet dengan Jenderal Andika Perkasa, elektabilitasnya tembus 31,08 persen. Menang mutlak dari Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono yang 18,21 persen,” ujar Koordinator PSI Yuswiryanto, dalam keterangannya, Kamis (15/9/2022).

Sejurus dengan perolehan Airlangga, elektabilitas Golkar juga ikut terdongkrak. Mengungguli PDIP di posisi kedua, dan PAN di posisi paling buncit dengan perolehan parliamentary threshold 4 persen.

Nahasnya, PPP harus terlempar dari Senayan karena suaranya tidak tembus PT 4 persen.

BACA JUGA:  Politik Kemanusiaan di Tingkat Lokal: Peran Strategis DPRD dalam Menjawab Krisis Hunian Layak di Brebes

“Golkar 17,33 persen, PDI Perjuangan 15,71 persen, Gerindra 15,32, Demokrat 6,86 persen, PKS 5,90 persen, PKB dengan 5,43 persen, NasDem 4,45 persen, dan PAN 4,23 persen. Sementara PPP 2,23 persen,” katanya.

Untuk diketahui, metode penelitian PSI dilakukan dengan sistem pertanyaan tertutup.

Untuk mendapatkan data-data penelitian ini mengunakan metode wawancara tatap muka dan menggunakan kuisioner dengan 1.150 Warga Negara Indonesia dan saluran telepon seluler dengan 430 Warga Negara Indonesia.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *