Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Latihan Karhutla Gabungan Kodim 0110

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor sebagai bagian dari strategi terpadu dalam menghadapi bencana alam yang semakin rawan terjadi di wilayah Abdya.

IMG 20250626 133052 e1750919723473
Peserta pelatihan antisipasi Karhutla Gabungan Kodim 0110 Aceh Barat Daya mensimulasikan upaya pemadaman api. Foto. Hariandaerah.com/Teuku Nizar

Aceh Barat Daya – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau, Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar latihan gabungan penanganan Karhutla di kompleks Makodim, Kamis (26/6/2025).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor sebagai bagian dari strategi terpadu dalam menghadapi bencana alam yang semakin rawan terjadi di wilayah Abdya.

Latihan yang dilaksanakan selama sehari penuh itu dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0110/Abdya, Letkol Inf Beni Maradona, S.Sos, dan diikuti oleh personel TNI, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Dinas Kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta sejumlah warga dari desa-desa rawan Karhutla di kawasan Abdya.

Dalam keterangannya kepada media, Letkol Beni Maradona menjelaskan bahwa latihan gabungan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis personel dalam menghadapi potensi Karhutla yang semakin nyata, terutama menyusul cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Abdya selama sebulan terakhir.

“Latihan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kami menghadapi musim kemarau yang membawa risiko kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran di pemukiman. Kita menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” ujar Dandim.

Menurut Letkol Beni, kegiatan tersebut juga menjadi ajang pembuktian soliditas antara TNI dan unsur-unsur sipil lainnya dalam menyatukan langkah demi keselamatan masyarakat dari bencana Karhutla.

Latihan gabungan ini terdiri dari dua tahap utama, yakni teori dan praktik di lapangan. Pada sesi teori, peserta diberikan pemahaman tentang penyebab dan dampak Karhutla, pentingnya deteksi dini, serta prosedur penanganan darurat.

BACA JUGA:  12 Penjudi di Nagan Raya Ditangkap, Lima di Antaranya Pemain Judi Slot

Materi disampaikan oleh narasumber dari BPBK Abdya dan unsur kesehatan.

Sementara itu, sesi praktik diisi dengan simulasi lapangan berupa pembentukan posko darurat, pemadaman api di medan sulit, serta evakuasi korban dari lokasi kebakaran.

Salah satu simulasi yang menjadi sorotan adalah skenario pemadaman api dan penyelamatan korban di kawasan hutan yang tidak bisa diakses kendaraan.

Dalam skenario ini, peserta latihan harus menempuh medan terjal dengan membawa peralatan pemadaman secara manual dan melakukan evakuasi korban menggunakan tandu darurat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap unsur yang terlibat benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya saat berada di lapangan, terutama saat menghadapi kondisi darurat di area yang sulit dijangkau,” jelas Pasiops Kodim 0110/Abdya, Lettu Inf Razali yang turut mendampingi kegiatan.

Latihan ini juga bertujuan mempererat koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Dilibatkannya perangkat desa dan masyarakat dalam latihan menunjukkan pendekatan partisipatif yang diusung oleh Kodim Abdya dalam menghadapi bencana Karhutla.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari TNI dalam melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kolaborasi semacam ini sangat penting karena ketika Karhutla terjadi, respons awal biasanya datang dari warga dan aparat desa. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami lebih siap dan tidak panik,” ujar Keuchik Gampong Keude Paya, Badrunnas kepada media ini.

Ia mengaku bahwa latihan ini juga merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan reaksi ketika bencana sudah terjadi. Latihan seperti ini bagian dari upaya mitigasi,” sebutnya.

BACA JUGA:  Wakapolda dan Gubernur Aceh Ikuti Tanam Padi Serentak Bersama Presiden

Tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman dan penyelamatan, latihan juga mencakup tahapan pasca bencana, termasuk pemulihan lingkungan melalui program penghijauan.

Dalam penutupan latihan, para peserta melakukan penanaman pohon simbolik di lokasi yang dijadikan simulasi kebakaran, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga ekosistem yang telah terdampak.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa penanggulangan bencana tidak berhenti setelah api padam. Ada tugas besar untuk memulihkan ekosistem, agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih parah,” tambah Letkol Beni.

Dengan adanya latihan gabungan ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi Karhutla dapat meningkat secara signifikan.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran aktif semua pihak dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana yang bersumber dari ulah manusia.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman Karhutla. TNI akan terus hadir dan bekerja sama dengan seluruh elemen dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh,” pungkas Dandim.

Latihan ditutup dengan apel konsolidasi, yang diikuti oleh seluruh peserta. Raut kelelahan terlihat dari wajah para peserta, namun terpancar pula semangat dan rasa tanggung jawab baru setelah mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman langsung dalam penanganan Karhutla.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *