Aceh Barat Daya – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menunjukkan kesiapannya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh tahun 2027.
Sejumlah pengusaha perhotelan dan masyarakat setempat telah menyatakan dukungan penuh, termasuk dalam penyediaan akomodasi untuk dewan juri, pejabat, dan kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Berdasarkan data sementara, saat ini terdapat 10 unit hotel dan penginapan di kawasan Blangpidie dan Susoh yang siap menampung tamu resmi MTQ.
Total tersedia 155 kamar dengan berbagai tipe yang dinilai layak untuk ditempati oleh dewan juri maupun rombongan pejabat provinsi dan kabupaten/kota.
“Jika Blangpidie ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan MTQ ke-XXXVII tahun 2027, kami siap menambah jumlah kamar untuk mendukung kegiatan tersebut,” ujar Deby, salah satu pemilik hotel di Susoh, Minggu (28/9/2025).
Hal senada juga disampaikan Wahyu, pengelola salah satu hotel di Blangpidie.
Ia menuturkan, jika setiap hotel menambah tiga hingga lima kamar, maka jumlah ketersediaan kamar akan meningkat sekitar 40 unit baru.
“Dengan penambahan itu, kebutuhan penginapan untuk tamu resmi akan semakin memadai,” ungkapnya.
Selain fasilitas hotel, Pemerintah Kabupaten Abdya bersama masyarakat juga menyiapkan rumah-rumah penduduk sebagai tempat tinggal bagi kafilah dari berbagai daerah.
Skema ini diyakini dapat menciptakan suasana kekeluargaan dan memperkuat ikatan silaturahmi antar warga Aceh.
“Tradisi memanfaatkan rumah warga untuk kafilah sudah sering dilakukan dalam berbagai event besar di Aceh. Insya Allah, masyarakat Abdya sangat terbuka dan siap menyambut tamu dari seluruh kabupaten/kota,” ujar wakil Ketua I DPRK Abdya, Tgk. Mustiari.
Menariknya, dukungan untuk kesiapan Abdya tidak hanya datang dari pengusaha lokal, tetapi juga dari perantau sukses asal Abdya yang berdomisili di Jakarta.
Seorang pengusaha sukses asal Abdya menyatakan kesiapannya untuk membangun hotel baru dengan kapasitas 50 hingga 60 kamar jika kabupaten tersebut resmi ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ.
“Ini momentum yang tepat untuk membangun fasilitas baru sekaligus mendukung Abdya agar sukses menjadi tuan rumah MTQ. Investasi ini bukan hanya untuk event 2027, tetapi juga untuk kebutuhan jangka panjang sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Inisiatif dari pengusaha lokal maupun perantau ini mendapatkan apresiasi dari Tgk. Mustiari wakil ketua DPRK setempat.
Menurutnya, Kehadiran hotel baru dengan puluhan kamar dipandang akan memperkuat kesiapan Abdya menjadi tuan rumah.
“Kami memberikan apresiasi kepada pengusaha perhotelan di Abdya, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, serta dukungan penuh kepada Pemerintah Daerah agar Abdya benar-benar siap apabila dipercaya sebagai tuan rumah MTQ ke-XXXVII. Dari sisi akomodasi, kami optimistis tidak akan ada kendala berarti,” sebutnya optimis.
MTQ tingkat Provinsi Aceh merupakan agenda rutin yang digelar setiap dua tahun sekali dan melibatkan ribuan peserta dari 23 kabupaten/kota.
Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat, terutama sektor kuliner, transportasi, dan pariwisata.
Dengan dukungan hotel, penginapan, rumah warga, serta rencana pembangunan fasilitas baru, Abdya dinilai sangat siap untuk menyambut ribuan tamu jika dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-XXXVII tahun 2027 mendatang.














