Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Wasit Diduga Pukul Suporter Anak di Bawah Umur, Lamud FC Mengamuk di Turnamen Sport Kuma

Turnamen sepak bola Sport Kuma 2025 di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berubah menjadi ajang kericuhan.

IMG 20250727 211838
Oplus_131072

Aceh Barat Daya – Turnamen sepak bola Sport Kuma 2025 di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berubah menjadi ajang k

Suasana panas terjadi pada Minggu (27/7/2025) sore, saat pertandingan antara Lamud FC asal Kecamatan Kuala Batee melawan TCFC dari Kecamatan Setia diwarnai protes keras hingga insiden dugaan pemukulan terhadap seorang suporter anak-anak.

Kericuhan bermula saat pertandingan berlangsung sengit dan diwarnai sejumlah keputusan wasit yang dinilai berat sebelah oleh pendukung Lamud FC.

Ketegangan memuncak saat wasit diduga memukul salah satu suporter Lamud FC yang diketahui masih berusia di bawah umur.

Korban, seorang anak laki-laki, kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh manajer Lamud FC, Razi Herman.

BACA JUGA:  Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh, Simbol Konsistensi dalam Bertransformasi

“Anak tersebut saat ini masih dirawat secara intensif di ruang rawat inap RSUD Teungku Peukan. Ini sangat kami sesalkan, karena bagaimanapun ia masih anak-anak,” ujar Razi kepada awak media, Minggu malam.

Menurut Razi, insiden pemukulan itu terjadi di pinggir lapangan saat suporter memberikan reaksi terhadap keputusan wasit.

Belum diketahui pasti kronologi detail pemukulan, namun saksi mata menyebut bahwa wasit terlihat emosi dan memukul korban setelah terjadi adu mulut.

Tak terima dengan tindakan tersebut, puluhan suporter Lamud FC langsung mengamuk. Mereka mengobrak-abrik kamar wasit, merusak pagar pintu masuk stadion, serta menghancurkan terpal pembatas area penonton.

BACA JUGA:  Pastikan Keamanan Tamu TTG Aceh dan Pameran UMKM, Polres Abdya Laksanakan Patroli Malam

Amukan massa suporter sempat membuat suasana tak terkendali selama beberapa saat.

“Awalnya kami sudah minta pertandingan dihentikan karena wasit tidak netral. Tapi kemudian suporter terpancing emosi setelah tahu anak kecil dipukul. Situasi langsung ricuh,” tambah Razi.

Panitia pertandingan setempat disebut sempat berusaha meredakan ketegangan. Namun kericuhan terlanjur meluas. Petugas keamanan di lokasi pun disebut kewalahan menghalau massa yang emosi.

Hingga berita ini diturunkan, awak media ini belum didapatkan keterangan resmi dari Polres Aceh Barat Daya maupun panitia penyelenggara turnamen tersebut.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *