Aceh Barat Daya – Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Salah satunya dilakukan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) yang kembali menggelar kegiatan pasar pangan murah.
Kali ini, pasar pangan murah digelar di Desa Panton Raya, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (16/8/2025).
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi sejak pagi hari. Warga dari berbagai desa mendatangi lokasi kegiatan untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Komandan Kodim (Dandim) 0110/Abdya Letkol Inf Beni Maradona, S.Sos, mengatakan pihaknya menyalurkan sedikitnya 14 ton beras dalam kegiatan pasar pangan murah kali ini.
Beras tersebut dialokasikan untuk tiga kecamatan, yakni Kuala Batee sebanyak 4 ton, Babahrot 5 ton, dan Blangpidie 5 ton.
“Distribusi beras ini mencakup wilayah Kuala Batee sebanyak 4 ton, Babahrot 5 ton, dan Blangpidie 5 ton. Program ini merupakan langkah nyata kita (TNI) dalam mendukung pemerintah menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP),” ujar Dandim Beni kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait pengendalian harga bahan pokok yang kerap menjadi perhatian menjelang momentum-momentum tertentu, seperti tahun ajaran baru dan hari besar keagamaan.
Lebih lanjut, Letkol Inf Beni Maradona menegaskan bahwa pasar pangan murah tidak hanya digelar di pusat kecamatan, tetapi juga akan terus menyasar ke wilayah pelosok desa.
Hal itu dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil di pedesaan yang selama ini relatif sulit menjangkau harga pangan stabil.
“Secara terpadu kegiatan ini akan terus kami lakukan, terutama di desa-desa. Harapan kami, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa ikut menekan risiko inflasi di daerah,” katanya.
Beni menambahkan, program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian TNI dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Ia menekankan bahwa stabilitas harga beras memiliki dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, pihak Perum Bulog Abdya menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan pasar pangan murah di berbagai titik.
Bulog sebagai penyedia stok memastikan ketersediaan beras dalam jumlah memadai, dengan kualitas baik dan harga yang ditetapkan sesuai dengan standar pemerintah.
Kepala Sub Divre Bulog Perum Bulog Blangpidie, Nurul Iranda Sari, S.E.Ak menyebut, kerja sama dengan Kodim 0110/Abdya menjadi salah satu langkah efektif dalam memperluas distribusi pangan murah.
“Dengan dukungan Kodim, distribusi pangan bisa menjangkau desa-desa lebih cepat dan tepat sasaran. Ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar Bulog aktif dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” ungkapnya.
Antusiasme warga terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi, ratusan masyarakat berdatangan untuk membeli beras murah.
Salah satunya, Niar (41), warga Blangpidie, mengaku terbantu dengan adanya pasar pangan murah.
“Ini sangat membantu kami, terlebih beras yang ditawarkan ini harganya jauh lebih murah dari harga pasar dan kualitasnya pun sangat bagus. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat digelar secara berkelanjutan,” tandas Niar.
Ia menambahkan, program semacam ini sangat ditunggu-tunggu warga, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan harga beras di pasaran yang sering naik turun.
Program pasar pangan murah diyakini juga akan berdampak pada pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, beras merupakan komoditas utama yang memberi kontribusi besar terhadap laju inflasi. Jika harga beras bisa dijaga tetap stabil, maka beban masyarakat bisa lebih ringan, dan daya beli tetap terjaga.
Menurut Dandim Beni, kegiatan ini bukan hanya sekadar menjual beras dengan harga lebih murah, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung pemerintah daerah menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya intervensi pasar melalui Bulog dan TNI, kita berharap harga beras tetap terkendali, sehingga inflasi bisa ditekan dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” jelasnya.
Kodim 0110/Abdya menegaskan, kegiatan pasar pangan murah ini akan terus digelar secara berkala. Tidak hanya saat harga pangan melonjak, tetapi juga sebagai langkah preventif agar gejolak harga tidak terjadi di kemudian hari.
“Kegiatan pasar pangan murah ini terus dilakukan setiap hari, perhari ini baru 14 ton yang kita salurkan di 3 wilayah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya,” kata Dandim Beni.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Bulog, dan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional ketahanan pangan. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan penyaluran beras murah bisa semakin luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Masyarakat berharap program ini dapat terus digalakkan. Selain membantu kebutuhan pokok dengan harga murah, keberadaan pasar pangan murah juga menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui TNI dan Bulog dalam menjawab persoalan rakyat.
Kegiatan di Blangpidie ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat negara dan lembaga pangan bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan langkah konsisten, stabilitas harga pangan di Abdya dan daerah lain di Aceh diharapkan dapat terus terjaga.













