Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Netizen Geram, Menu MBG di SLB Negeri Pringsewu Disebut Abaikan Anak Berkebutuhan Khusus

FB IMG 1758411231664
Menu Program Makan Bergizi (MBG) untuk siswa SLB Negeri Pringsewu berisi nasi, kacang rebus, lauk bulat, sayur rebus, dan jeruk. Foto ini diunggah orang tua murid ke media sosial pada 18 September 2025. (Sumber: Facebook)

PRINGSEWU – Polemik Program Makan Bergizi (MBG) di SLB Negeri Pringsewu belum mereda. Setelah orang tua siswa mengunggah foto menu yang dinilai tidak sesuai standar gizi, komentar warganet pun bermunculan dengan nada serupa: mengkritik porsi, kualitas, hingga dugaan pengelolaan anggaran.

Seorang wali murid, Maya Sari, mengaku kecewa lantaran memiliki dua anak yang bersekolah di tempat berbeda. Menurut dia, perbedaan kualitas menu antara sekolah umum dan SLB sangat mencolok.
“Menu MBG di SLB jauh berbeda dari SD lain. Di SD enak-enak, jauh berbeda dengan anak yang di SLB. Mohon diperbaiki menu dan porsinya,” tulisnya sambil menyertakan foto nasi, tempe goreng, sayur, dan buah kelengkeng.

Warganet lain, Masria Setiawan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengunggah foto menu berupa nasi, jeruk, lauk bulat, sayuran rebus, dan potongan makanan berwarna cokelat.
“Benar memang seperti ini untuk anak SLB Negeri Pringsewu,” komentarnya.

Yuastini Yuse menilai porsi makanan yang diterima anaknya sangat sedikit hingga harus ditambah bekal dari rumah.
“Porsinya tidak sesuai, sangat sedikit. Mohon jadi perhatian instansi terkait. Jangan karena anak kita SLB, disepelekan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Jateng Beri Peringatan Keras: Kepala Daerah Jangan Terlibat Korupsi, Fokus Pelayanan Publik!

Kualitas bahan makanan juga menjadi sorotan. Lieefaa Ajach menulis bahwa buah yang dibagikan sering kali tidak segar.
“Harap pengelola bisa lebih selektif memilih bahan, terutama buah,” tulisnya.

Kritik lebih keras datang dari sejumlah warganet yang menyinggung nilai anggaran MBG sebesar Rp15 ribu per anak per hari. Eni Kusnaini menyarankan agar dana disalurkan langsung ke orang tua.
“Kalau uang Rp15 ribu per anak diberikan ke orang tuanya, biar disiapkan sendiri dari rumah. Jadi nggak mubazir,” tulisnya.

Firna Sari bahkan menyebut ada pihak yang mengambil keuntungan.
“Yang enak ditelan pengelola,” tulisnya singkat.

Nada serupa muncul dari akun Daffa Daffy.
“Jatah Rp15 ribu dapatnya seperti ini, porsinya seperti nasi kucing. Bisa lebih memanusiakan anak SLB,” katanya.

Sementara Indra Kohario menuliskan, “Pengelola tambah kaya.” Akun Gemari Yuks menambahkan, “Hukum ekonomis, modal minim untung gede.”

Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan keresahan publik bahwa program MBG di SLB Negeri Pringsewu belum berjalan sesuai tujuan. Orang tua murid mendesak perbaikan menyeluruh, mulai dari variasi menu, porsi, hingga kualitas bahan, agar anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh hak yang sama atas makanan bergizi.

BACA JUGA:  Dishub Bandar Lampung Raih Juara Tiga Lomba Senam Kreasi di Ajang Bandar Lampung Expo 2025

Menanggapi hal itu, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pringsewu, Nurohmad Sofyan, menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi.
“Kami memahami keluhan para orang tua. Untuk SLB memang ada aturan khusus terkait bumbu dan porsi, tapi jika masih ada kekurangan akan kami benahi. Prinsipnya, anak-anak SLB juga harus mendapatkan gizi seimbang sesuai tujuan program MBG,” ujarnya.

Dari pengamatan wartawan atas gambar yang dikirim salah satu netizen, terlihat menu MBG berisi nasi putih, empat butir kacang rebus, potongan lauk berbentuk bulat dengan sedikit saus, sayur rebus berupa wortel dan jagung muda, serta satu buah jeruk. Tampilan ini menegaskan kembali kritik warganet yang menyebut porsi minim dan kualitas menu jauh dari harapan program bergizi. ( Davit  )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *