LHOKSEUMAWE – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan pembentukan badan khusus yang independen dan profesional dalam mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si. (21/9/25)
Menurutnya, dukungan tersebut sejalan dengan gagasan The Aceh Institute yang mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan lembaga khusus agar dana Otsus lebih tepat sasaran. Ia menilai, sejak digulirkan pertama kali hingga saat ini, jumlah dana Otsus yang telah dikucurkan ke Aceh mencapai sekitar Rp103 triliun.
“Selama ini, pengelolaan dana Otsus masih bersifat parsial karena hanya melewati mekanisme APBA dan APBK yang berbeda prioritas di setiap daerah. Akibatnya, banyak dana terserap untuk honorarium pegawai, pengadaan barang dan jasa, serta perjalanan dinas, sementara esensi utama dana ini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat,” ujar Dr. Darmadi.
Ia menegaskan, dana Otsus sejatinya merupakan kompensasi politik antara pemerintah pusat dengan Aceh pascakonflik dan harusnya lebih banyak dialokasikan pada program-program strategis, khususnya pembinaan ekonomi masyarakat serta sektor pendidikan.
“Sayangnya, hingga kini perguruan tinggi di Aceh, termasuk UIN Sultanah Nahrasiyah, belum tersentuh secara signifikan dari alokasi dana Otsus. Padahal, dana tersebut bisa digunakan untuk membantu anak-anak Aceh, terutama anak korban konflik, agar memperoleh akses pendidikan lebih baik,” tambahnya.
Karena itu, Dr. Darmadi menilai pembentukan Badan Khusus pengelola dana Otsus sangat mendesak. Ia menyarankan komposisi badan tersebut harus melibatkan birokrat, akademisi, ulama, serta berbagai pemangku kepentingan potensial di Aceh.
“Badan ini nantinya tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi juga pelaksanaan hingga evaluasi pemanfaatan dana Otsus. Harapannya, dana besar yang masuk ke Aceh benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat pascakonflik dan tsunami,” pungkasnya.








