Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

GEN-A Latih Guru Kuasai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pelatihan sehari penuh ini menghadirkan dokter dan perawat profesional sebagai trainer, berlangsung di Multipurpose Hall sekolah tersebut.

IMG 20250922 221246 e1758554246210
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang diselenggarakan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A),

Banda Aceh – Sebanyak 51 guru dan tenaga pendidik Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School, Banda Aceh, mengikuti Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang diselenggarakan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), Sabtu (20/9/2025).

Pelatihan sehari penuh ini menghadirkan dokter dan perawat profesional sebagai trainer, berlangsung di Multipurpose Hall sekolah tersebut.

Materi difokuskan pada keterampilan dasar yang kerap ditemui di lingkungan sekolah, mulai dari penanganan mimisan, pingsan, luka terbuka, keseleo, hingga cedera darurat di kelas maupun lapangan olahraga.

Kegiatan diawali dengan pre-test, pembekalan teori, praktik kelompok, ujian praktik one on one, dan ditutup dengan post-test.

“Guru adalah garda terdepan yang setiap hari bersama anak-anak. Dengan keterampilan P3K, mereka dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga medis tiba,” ujar dr. Imam Maulana, First Aider Trainer sekaligus Direktur Eksekutif GEN-A.

Pelatihan ini juga meluruskan kesalahpahaman terkait praktik pertolongan pertama yang masih jamak dilakukan masyarakat. Misalnya, saat anak mengalami mimisan, guru biasanya menyuruh anak mendongakkan kepala.

Padahal cara ini berisiko membuat darah masuk ke saluran pernapasan. Prosedur yang benar adalah mendudukkan anak dengan posisi tegak sedikit menunduk, lalu menekan lembut cuping hidung selama 10 menit tanpa jeda.

BACA JUGA:  Untuk Banda Aceh yang Lebih Maju, Fachrul Razi Siapkan Program Desa Inovasi Unggulan

Begitu juga dalam kasus pingsan. Banyak penolong memberikan bebauan untuk menyadarkan korban. Padahal, cara ini berbahaya karena bisa menimbulkan reaksi alergi.

Prosedur yang tepat adalah membaringkan korban terlentang, meninggikan kaki, serta melonggarkan pakaian.

Untuk keseleo, kebiasaan langsung mengurut bagian yang cedera justru dapat memperparah kondisi. Metode yang benar adalah RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).

“Niat baik menolong tetapi dilakukan dengan cara yang salah dapat memperparah kondisi korban. Karena itu guru tidak hanya perlu tahu, tetapi juga terampil mempraktikkan cara pertolongan yang benar,” kata Ns. Farhan Saputra, S.Kep, salah satu trainer GEN-A.

Di sejumlah negara, keterampilan P3K sudah menjadi kurikulum wajib sejak usia dini. Anak-anak dibekali kemampuan dasar menghadapi situasi darurat, sementara guru diwajibkan memiliki sertifikasi pertolongan pertama.

Negara seperti Australia, Selandia Baru, hingga Amerika Serikat mewajibkan sertifikasi P3K bagi tenaga pendidik. Pelatihan di Banda Aceh ini diharapkan dapat menjadi pijakan agar keterampilan serupa diintegrasikan lebih luas dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Aceh.

BACA JUGA:  Illiza-Afdhal Pimpin Apel Perdana ASN Pemkot Banda Aceh

Para peserta mengaku kegiatan ini memberi banyak pengalaman baru. “Sungguh kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami wali kelas yang setiap hari berhadapan langsung dengan anak-anak,” ujar Fitri, guru SD TNA Fatih Bilingual School.

Hal senada disampaikan Muhammad Iqbal, Kepala Sekolah SMA TNA Fatih Bilingual School.

“Kita ingin guru-guru dan staf memiliki kompetensi serta kualifikasi dalam memberikan pertolongan pertama. Semoga kegiatan berikutnya memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.” kata Iqbal.

Menurut dr. Imam Maulana, kesiapan menghadapi keadaan darurat bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat, termasuk guru.

GEN-A juga telah mengembangkan sejumlah inovasi, seperti Santri Dayah First Aider (SADAR), Remaja First Aider (RAIDER), dan Unit Kesehatan Panti Asuhan (UKPA).

“Harapan kami, setiap guru di Aceh memiliki keterampilan P3K sehingga sekolah menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan siap menghadapi situasi darurat,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *