SIMEULUE | Saat warga mengharapkan pelayanan maksimal dalam pengurusan dokumen kependudukan, sang kepala dinas justru jarang berada di tempat. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupatèn Simeulue, Ahmadnuddin, disebut kerap menghilang di jam kerja siang hari. Situasi ini juga menimbulkan keresahan di kalangan staf pegawai dinas setempat.
“Saat kami butuh pelayanan cepat, misalnya mengurus Kartu Keluarga (KK) harus menunggu tanda tangan kadis, terkadang harus kembali lagi besoknya,” ujar salah seorang warga kepada media ini, Rabu (24/09/2025)
Sementara itu, keluhan lainnya datang dari sejumlah staf. Mereka menilai, absennya kehadiran pimpinan di kantor bukan hanya berdampak pada kinerja pelayanan, tetapi juga menimbulkan contoh buruk bagi para bawahan. Padahal, Dukcapil merupakan instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dituntut memberikan pelayanan prima setiap saat.
“Kadang pagi datang sebentar, setelah itu siang sudah jarang kelihatan lagi. Kondisi ini membuat suasana kerja kurang semangat,” ujar salah satu pegawai yang enggan disebut namanya.
“Kalau staf ditekan soal disiplin, sementara pimpinan sendiri sering absen, ini jelas tidak adil. Kami berharap ada perhatian dari Bupati untuk mengevaluasi kepemimpinan beliau (kadis),” tambah pegawai lainnya.
Pengamatan di lapangan, aktivitas pelayanan administrasi kependudukan di Dukcapil Simeulue memang berjalan, namun dinilai kurang terkoordinasi. Absennya kehadiran kepala dinas di tengah jam kerja dinilai sebagai indikasi lemahnya komitmen terhadap tanggung jawab jabatan.
Sejumlah pihak pun mendesak Bupati Simeulue agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Dukcapil Ahmadnuddin. Evaluasi dianggap penting demi menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Dukcapil.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi dari Kadisdukcapil terkait jarang masuk kerja pada jam kerja siang. (Q)














