Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dorong Brebes Beres, Sinergi DPR-RI dan IPDN Perkuat Tata Kelola Pengentasan Kemiskinan

IMG 20260729 WA0012
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Shintya Sandra Kusuma, serta Kepala LPM IPDN Dr. Ir. Ihwan Sudrajat, MM berfoto bersama usai meresmikan sinergi strategi tata kelola pengentasan kemiskinan, Rabu 29/7/2026.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Angka kemiskinan di Brebes perlahan menurun, namun perjuangan untuk mensejahterakan masyarakat belum sampai di titik akhir. Inilah yang menjadi dasar langkah nyata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Komisi II Shintya Sandra Kusuma, yang menggandeng Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri serta Pemerintah Kabupaten Brebes untuk merancang strategi pengentasan kemiskinan yang tak sekadar memberi bantuan sesaat.

Bertempat di Gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Rabu (29/7/2026), digelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema menarik: “Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif: Strategi Penguatan Akuntabilitas Publik dalam Pengentasan Kemiskinan”. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor, yang turut dihadiri langsung Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala LPM IPDN Dr. Ir. Ihwan Sudrajat, MM, jajaran perangkat daerah, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Dalam paparannya, Shintya menyoroti capaian menggembirakan yang tercatat dalam data BPS: persentase kemiskinan di Brebes berhasil ditekan dari angka 15,60 persen (283,28 ribu jiwa) menjadi 14,15 persen atau setara 257,29 ribu jiwa. Namun bagi legislator ini, angka tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.

BACA JUGA:  Menteri Pertanian Pimpin Peletakan Batu Pertama Peternakan Sapi Perah Terbesar se-Indonesia di Brebes

“Menuntaskan kemiskinan bukan sekadar memberi bantuan hari ini, tetapi membuka jalan agar warga mampu berdiri tegak selamanya. Bantuan sosial adalah jembatan sementara, namun kunci utamanya terletak pada kemandirian ekonomi, pendidikan, dan pelatihan vokasi,” tegas Shintya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada ketepatan sasaran. Oleh karena itu, Shintya sangat menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas publik serta penyatuan data terpadu lewat inisiatif Data Beres. “Dokumen yang akurat dan terintegrasi adalah pondasi agar anggaran APBD maupun APBN tidak meleset sasaran dan bebas dari tumpang tindih,” ujarnya.

Pendekatan ini sekaligus menjadi penggerak pelaksanaan visi daerah Brebes Beres – Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera – dengan mengaktifkan kolaborasi Pentahelix: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

BACA JUGA:  Wali Kota Lhokseumawe Pimpin Rapat JITUPASNA, Kebutuhan Pascabencana Lhokseumawe Rp1,23 Triliun

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma pun menyambut hangat langkah kolaboratif ini. Menurutnya, kehadiran Shintya bersama IPDN membawa energi segar bagi birokrasi Brebes untuk semakin memantapkan tata kelola yang terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat luas.

Di akhir kegiatan, seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmen bersama: menjadikan rekomendasi tata kelola dari kegiatan ini sebagai pedoman resmi untuk mempertajam berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Brebes ke depannya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *