BREBES – Penyebab utama ambrolnya talud tebing yang baru dibangun diduga kualitas konstruksi yang buruk, dan penggunaan material yang tidak sesuai standar atau campuran matrial yang tidak proporsional membuat struktur talud tebing tidak kokoh dan rentan mengalami kerusakan. Seperti yang terjadi di talud tebing jalan Dukuh Tegalmunding RW 06 Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Ambrolnya talud tebing hingga luuh lantak yang baru selesai dibangun menjadi sorotan publik dan menjadi preseden buruk bagi kualitas pembangunan infrastruktur khususnya di Kabupaten Brebes. Hal ini menunjukkan perlunya pengawasan ketat dan sanksi tegas bagi pihak ketiga atau rekanan yang melaksanakan proyek yang diduga tidak memenuhi standar mutu dan kualitas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dadang (40) warga masyarakat Desa Pruwatan saat dijumpai awak media hariandaerah.com , pada Rabu (22/10/2025).
Lebih lanjut Dadang menyebutkan , bahwa, ambrolnya talud tebing jalan yang berlokasi blok Dawuhan Dukuh Tegalmunding RW 06 tersebut, baru selesai dikerjakan kurang dari dua pekan.
Selain itu penggunaan material batu yang seharusnya menggunakan batu belah kali, mamun kerap di langgar oleh pelaksana proyek dengan menggunakan batu blonos atau batu bulat, hal itu lah yang menjadi salah satu penyebab ambrolnya talud jalan tersebut.
Talud tebing berfungsi menahan beban tanah, namun jika saluran air atau sistem drainase tidak dibuat dengan benar, air akan terkumpul di belakang talud dan menimbulkan tekanan hidrostatik. Tekanan ini, terutama saat hujan deras, bisa membuat talud ambrol.
Pondasi yang tidak dipersiapkan secara matang, misalnya tidak mencapai tanah yang stabil, akan menyebabkan pergeseran dan keruntuhan pada talud tebing.
Dadang menduga pembangunan talud tebing jalan blok Dawuhan Dukuh Tegalmunding RW 06 tanpa kajian geoteknik yang mendalam, talud tebing bisa dibangun di atas tanah yang labil. Sehingga ketika hujan deras, tanah menjadi jenuh air dan mudah bergerak, sehingga memicu ambrolnya talud tebing.
Iya berharap pihak berwenang seperti Inspektorat Daerah dan Dinpermades Kabupaten Brebes, perlu segera mengirim tim ahli untuk memeriksa lokasi kejadian dan mencari tahu penyebab pasti ambrolnya talud tebing tersebut.
Jika terbukti ada kelalaian dari penyedia jasa atau kontraktor , pemerintah bisa menindaklanjuti dengan audit proyek. Kasus ambrolnya talud tebing yang baru selesai dibangun seringkali mengindikasikan masalah pada proses pengerjaan atau pengawasan proyek.
Dadang menambahkan pemerintahan Desa Pruwatan dan pelaksana proyek harus segera melakukan perbaikan dengan perencanaan yang lebih matang, termasuk evaluasi ulang kondisi tanah ,agar kejadian serupa tidak terulang,”Pungkasnya.
Menurut informasi proyek pembangunan talud jalan tersebut bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025 dengan nilai pagu sebesar Rp. 200 juta , dari salah satu aspirasi anggota Dewan Provinsi Dan yang melaksanakan proyek dari pihak rekanan Dewan , bukan TPK Desa setempat.
Terpisah Kepala Desa Pruwatan, Rasiman ketika dihubungi awak media melalui ponselnya guna mengkonfirmasi pembangunan talud tebing jalan di blok Dawuhan Dukuh Tegalmunding yang mengalami ambrol iya membenarkan, bahwa, talud tebing jalan tersebut mengalami ambrol karena kemarin hujan deras air masuk kesitu.
Saat awak media menanyakan siapa pelaksana proyek tersebut, iya menyebutkan yang melaksanakan Bpk Wahyono asal Negaradaha rekanan dari anggota Dewan Dr. Messy Widiastuti, M.A.R.S. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. Namun beliau sanggup untuk memperbaikinya,”ucapnya.














