Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kisruh SMPN 1 Bumiayu Berlanjut, Komite Usulkan Lima Guru yang Diduga Penggerak Demo untuk Dimutasi

IMG 20251114 WA0046
SMP Negeri 1 Bumiayu Kabupaten Brebes (Foto: Ist).

BREBES — Polemik internal di SMPN 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes, terus berlanjut. Pasca aksi demonstrasi siswa pada Jumat pekan lalu yang menolak penunjukan Ina Purnamasari sebagai Plt Kepala Sekolah, serta penyegelan ruang kepala sekolah, Komite Sekolah kini mengeluarkan rekomendasi tertulis agar sejumlah guru yang diduga menggerakkan aksi tersebut dimutasi.

Aksi penolakan yang berlangsung pekan lalu sebelumnya dipicu oleh ketidaksetujuan sebagian warga sekolah atas pengangkatan Ina Purnamasari sebagai Plt Kepala SMPN 1 Bumiayu. Setelah demonstrasi siswa mereda, ketegangan meningkat dengan adanya penyegelan ruang kepala sekolah oleh pihak internal sekolah.

Merespons kondisi tersebut, Komite SMPN 1 Bumiayu mengirimkan surat pernyataan sikap kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes. Surat tertanggal 11 November 2025 dengan nomor 001/KomiteSekolah/XI/2025 itu berisi usulan agar beberapa guru yang diduga menjadi penggerak aksi demo dipindah tugaskan.

Nama-nama guru yang direkomendasikan untuk dimutasi adalah:

  1. Adi Waluyo (Wakasek Kesiswaan)
  2. Dian Yuda Prawira (Wakasek Kurikulum)
  3. Reno Trisna Dewi (Guru BK)
  4. Saeful Bahri (Guru IPS)
  5. Satu nama lain yang tidak disebutkan komite dalam keterangan awal
BACA JUGA:  Pj Bupati Fitriany Farhas Akan Buka Event UMKM Ramene Expo 2023, Ini Jadwalnya

Ketua Komite SMPN 1 Bumiayu, Imam Santoso, membenarkan telah menandatangani surat tersebut. Ia menilai situasi sekolah semakin tidak kondusif dan menduga ada keterlibatan beberapa guru dalam mendorong aksi siswa.

“Jelas aksi kemarin ada yang menggerakkan dari beberapa guru. Saya sudah investigasi dan punya bukti. Maka itu, demi kenyamanan siswa dan kondusifitas, komite berinisiatif mengusulkan lima guru yang terindikasi sebagai penggerak demo,” ujar Imam, Jumat (14/11/2025).

Lebih jauh, Imam menyebut bahwa polemik yang terjadi telah mencoreng nama baik sekolah. Menurutnya, jika ada guru yang keberatan terhadap pengangkatan Plt kepala sekolah, seharusnya keberatan disampaikan melalui mekanisme resmi, bukan melalui aksi siswa.

“Guru tugasnya mendidik, bukan mengajari demo. Kalau menolak kembalinya Bu Ina, silakan ajukan keberatan ke dinas. Jangan menggerakkan siswa demo,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala SMPN 1 Bumiayu, Ina Purnamasari, mengaku hingga kini belum menempati ruang kerjanya.

BACA JUGA:  Kumpulkan Dana Rp 1 Miliar, Baznas Tegal Gelar Baksos Besar-besaran

“Belum masuk ruangan, nunggu perintah. Soalnya segel baru dibuka Kamis kemarin,” kata Ina singkat.

Salah satu guru yang diusulkan untuk dimutasi, Adi Waluyo, membantah keras tudingan bahwa dirinya menjadi provokator aksi demo.

“Itu tuduhan yang belum ada kejelasan benar apa tidaknya. Saya tidak merasa sebagai provokator. Aksi itu terjadi secara alamiah,” ujarnya.

Adi juga menyayangkan sikap komite yang menurutnya tidak pernah melakukan klarifikasi sebelum membuat tuduhan.

“Harusnya komite klarifikasi dulu. Yang jelas tidak ada guru yang terlibat,” tegasnya.

Menanggapi surat dari komite, Siwi Sitoresmi, Kabid PPTK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, mengaku pihaknya telah menerima informasi tersebut.

“Sudah tahu soal surat itu, nanti kami akan koordinasi dulu,” ujarnya singkat.

Penulis

Penulis: Haryoto Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *