PADANG – Arus kepedulian untuk warga terdampak banjir di Kota Padang tak henti mengalir. Sepekan pascabencana, berbagai pihak masih menunjukkan empati mereka, baik melalui Posko Utama, Rumah Dinas Wali Kota Padang, maupun dengan turun langsung ke lokasi pengungsian.
Di antara bantuan itu, banyak warga yang memilih datang sendiri sambil membawa makanan siap santap seperti nasi kotak dan nasi bungkus. Bentuk kepedulian ini membuktikan bahwa nilai sebuah bantuan tidak diukur dari jumlah atau besarnya, melainkan dari ketulusan untuk meringankan beban sesama.
Inilah yang dilakukan oleh Keluarga Amel–Harisstio Haredha, warga Kubu Dalam Padang. Secara spontan, Amel dan Are berhasil menggalang dana dari keluarga mereka untuk menyiapkan 200 bungkus nasi sambal rendang yang dimasak sendiri.
Pada Minggu (7/12/2025) menjelang pukul 12.00 WIB, bantuan tersebut diantar ke Posko Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Nasi bungkus itu diterima langsung oleh relawan Ilham. Di posko ini tercatat sebanyak 404 pengungsi, karena rumah mereka masih dipenuhi lumpur dan pasir akibat banjir.
Di lapangan, warga terlihat bergotong-royong membersihkan rumah dan akses jalan yang masih tertimbun material. Diperkirakan puluhan ribu kubik tanah harus disingkirkan. Saat ini, hanya satu unit ekskavator yang bekerja mengeruk dan memindahkan tumpukan tanah ke truk.
Secara keseluruhan, jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Padang mencapai 1.343 orang. Kecamatan Pauh menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak, yakni 708 orang, disusul Kecamatan Nanggalo dengan 404 orang. Wilayah lain meliputi Kecamatan Koto Tangah (152 orang), Kecamatan Kuranji (68 orang), dan Kecamatan Lubuk Kilangan (11 orang).














