Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Penanganan Darurat Bencana Aceh Terus Diperkuat, 50 Puskesmas Masih Belum Beroperasi

IMG 20251208 WA0135
Penanganan Darurat Bencana Aceh Terus Diperkuat, 50 Puskesmas Masih Belum Beroperasi. (Foto: Ist).

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi menyampaikan perkembangan terkini penanganan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, dan Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Aceh Misbah Bukhori, Senin (8/12/2025).

Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari melaporkan bahwa hingga 7 Desember, tercatat 921 korban meninggal, 392 orang hilang, dan 975.000 warga mengungsi akibat bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.

“Untuk wilayah Aceh, jumlah korban meninggal meningkat dari 366 menjadi 389 jiwa hingga pukul 16.00 WIB,” ujarnya. Operasi pencarian dan pertolongan disebut masih berlangsung intensif.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus mengungkapkan bahwa dari total 366 puskesmas, 50 puskesmas belum dapat beroperasi, termasuk 27 puskesmas di Aceh Tamiang yang terendam banjir.

BACA JUGA:  Perkuat Sinergi dengan Media, BI Aceh Gelar Forum Komunikasi Mitra Jurnalis 2025 di Sabang

“Dua rumah sakit di Aceh Tamiang juga belum berfungsi penuh akibat kerusakan alat kesehatan. Kami telah mengerahkan tenaga kesehatan melalui IDI kabupaten/kota dan mengirim obat-obatan serta bantuan gizi untuk kelompok rentan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa RSUDZA menyiapkan 500–700 tempat tidur untuk menampung rujukan dari wilayah timur dan tengah Aceh.

Dari sektor energi, Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Aceh Misbah Bukhori menyampaikan bahwa pemulihan suplai BBM di Aceh telah mencapai 90 persen.

“Dari 174 SPBU di Aceh, masih terdapat 18 SPBU yang dalam tahap pemulihan, terutama di wilayah tengah,” kata Misbah. Adapun rincian wilayah terdampak adalah sebagai berikut:

  • Aceh Tengah: 8 SPBU, seluruhnya belum beroperasi.
  • Bener Meriah: 4 SPBU, belum beroperasi.
  • Gayo Lues: 7 SPBU, dengan 1 telah kembali beroperasi.
BACA JUGA:  Kunjungi Dapur Makan Bergizi, Bupati Armia Pastikan Standar Pelayanan Terjaga

Pertamina, lanjutnya, menggunakan berbagai moda transportasi mulai dari truk, kendaraan pick-up, jalur udara, hingga rute alternatif untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap menjangkau daerah terdampak.
Ia menjelaskan bahwa suplai dari Depot Lhokseumawe sementara dialihkan melalui Aceh Barat dan Aceh Barat Daya guna mempercepat pengiriman.

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa layanan dasar seperti air bersih, sanitasi, tenaga kesehatan, dan ketersediaan alat kesehatan tetap menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan dan memastikan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *