Bandung – Sejumlah pegawai di UPTD Griya Lansia Bandung mengaku resah sejak pergantian pimpinan pada 1 September 2025. Mereka menilai Kepala UPTD yang baru, Dr. Hj. Widhy Kurniatun, ST., M.Si, menerapkan gaya kepemimpinan yang dianggap tidak nyaman dan cenderung sewenang-wenang.
Keluhan itu disampaikan oleh beberapa sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut para sumber, sejumlah kebijakan pimpinan baru menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawai.
Beberapa poin yang dikeluhkan antara lain:
• Rencana mutasi ASN dan pegawai honorer tanpa penjelasan yang dianggap memadai,
• Rencana pemberhentian pegawai honorer yang dikhawatirkan akan digantikan oleh orang-orang dekat pimpinan.
• Gaya komunikasi yang dinilai kurang empatik terhadap staf maupun penghuni panti.
Para staf menyebut kebijakan itu dapat mengganggu stabilitas kerja dan menimbulkan rasa tidak aman. “Kami hanya ingin bekerja tanpa tekanan. Kalau ada kekurangan, kami butuh bimbingan, bukan ancaman mutasi,” ujar salah satu pegawai.
Sumber lain menyatakan bahwa kebijakan mutasi semestinya dilakukan dengan prinsip sistem merit sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang mensyaratkan proses yang objektif, profesional, dan transparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD ataupun Dr. Widhy belum memberikan tanggapan atas berbagai keluhan tersebut.














