Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Berkat JKN, Syahril Jalani Cuci Darah Rutin Tanpa Khawatir Biaya

Screenshot 20251221 105340 Office App
Syahril Arus (69), pasien JKN pensiunan pegawai asal Desa Paya Punteuet, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE – Bagi pasien gagal ginjal kronis, hemodialisa atau cuci darah bukan sekadar tindakan medis, melainkan bagian dari hidup yang harus dijalani seumur hidup. Prosedur ini menuntut ketelatenan, kekuatan mental, serta kesiapan biaya yang tidak sedikit.(20/12/25)

Hal itu pula yang sempat dirasakan Syahril Arus (69), pensiunan pegawai asal Desa Paya Punteuet, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Kepada awak media Ia harus menjalani hemodialisa secara rutin dua kali dalam sepekan karena fungsi ginjalnya tidak lagi bekerja optimal.

“Awalnya saya sangat terpukul. Saya tahu pengobatan ini tidak bisa berhenti dan biayanya besar,” kata Syahril saat ditemui di ruang instalasi hemodialisa salah satu klinik utama di Kota Lhokseumawe.

Kekhawatiran itu perlahan mereda sejak Syahril terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Pensiunan, seluruh biaya pengobatan yang ia jalani ditanggung penuh, mulai dari tindakan hemodialisa hingga obat-obatan.

BACA JUGA:  Said Rian Suherza Perjuangkan Tambahan Kuota Solar untuk Nelayan

“Kalau dihitung, biaya cuci darah bisa jutaan rupiah setiap bulan. Dengan JKN, saya tidak lagi memikirkan soal biaya. Saya bisa fokus menjaga kesehatan,” ujarnya.

Syahril mengaku pelayanan yang ia terima di fasilitas kesehatan berjalan baik dan manusiawi. Ia tidak merasakan perlakuan berbeda selama menjalani pengobatan.

“Pelayanannya ramah dan profesional. Perawat dan dokter selalu menyemangati. Itu sangat berarti bagi pasien yang sudah lama menjalani pengobatan seperti saya,” kata Syahril.

Pengalaman tersebut membuat Syahril kerap mendorong rekan-rekan sesama pensiunan untuk memanfaatkan Program JKN. Menurutnya, JKN telah menjadi penopang utama bagi masyarakat, terutama mereka yang harus menjalani pengobatan jangka panjang.

BACA JUGA:  Diduga Langgar Kode Etik ASN, Kadisdik Copot Kepala Sekolah

“Jangan ragu menggunakan BPJS Kesehatan. Program ini sangat membantu, bahkan bisa menyelamatkan hidup. Terutama bagi penderita penyakit kronis,” tuturnya.

Bagi Syahril, Program JKN bukan hanya soal jaminan biaya, tetapi juga memberi ketenangan dan harapan. Ia berharap program ini terus berlanjut dan semakin baik agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Semoga JKN terus ada dan kualitas pelayanannya semakin meningkat, supaya semakin banyak orang yang terbantu,” ujarnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *