Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Gelombang Kekecewaan di PDI Perjuangan Brebes, Kader dan Simpatisan Nyatakan Mundur

IMG 20260114 WA0022
Puluhan simpatisan PDI-P Wanasari, Brebes, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan yang dianggap tidak demokratis dan mengabaikan aspirasi akar rumput (Foto: hariandaerah.com/Putra Zambase).

BREBES – Gelombang kekecewaan melanda internal PDI Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Brebes menyusul hasil Konferensi Cabang (Konfercab) yang menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025–2030. Sejumlah kader dan simpatisan menyatakan mundur karena menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan aspirasi akar rumput.

Puluhan simpatisan PDI-P dari Kecamatan Wanasari menyatakan keberatan atas hasil Konfercab. Mereka menilai proses penetapan ketua DPC tidak berjalan secara demokratis dan kurang melibatkan kader di tingkat bawah.

“Kami kecewa. Ini bukan soal figur, tetapi soal marwah partai yang harus dijaga,” ujar Suroso, simpatisan senior PDI-P sekaligus mantan anggota DPRD Brebes, saat ditemui di kediamannya, Selasa (13/1/2026).

Suroso mengungkapkan, kekecewaan tersebut telah mendorong sejumlah kader dan simpatisan untuk mengambil langkah mundur dari keanggotaan partai. Mereka bahkan telah menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta surat pengunduran diri ke Kantor DPC PDI-P Brebes pada Sabtu (10/1/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan.

BACA JUGA:  Polda Jateng Lantik Dirres PPA dan PPO, Perkuat Komitmen Lindungi Hak Perempuan dan Anak

“Banyak yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Seolah-olah keputusan sudah ditetapkan sejak awal,” katanya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh simpatisan dari Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari. Mereka mengaku merasa kurang dihargai meskipun telah lama berjuang dan berkontribusi bagi partai.

“Kami sudah lama berjuang, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar salah seorang simpatisan.

Menurut Suroso, keputusan mundur tersebut telah dibahas dan disepakati melalui musyawarah bersama kader dan simpatisan PDI-P di wilayah Wanasari.

“Kami tetap ingin berjuang demi nilai-nilai yang kami yakini, tetapi tidak dengan cara yang sama lagi,” tegasnya.

Simpatisan lainnya, Asrofi, turut menyatakan kekecewaannya terhadap dinamika internal partai. Ia menilai kepercayaan yang telah diberikan tidak diimbangi dengan proses pengambilan keputusan yang transparan.

BACA JUGA:  Beri Warna Ramadan, Siswa SMPN 1 Bumiayu Gelar Lomba Islami dan Bagi Ribuan Takjil

“Kami tidak ingin diam saja. Aspirasi kader seharusnya didengar,” ujarnya.

Gelombang kekecewaan ini tidak hanya terjadi di Wanasari. Sejumlah kader PDI-P dari kecamatan lain seperti Bulakamba dan Bumiayu juga menyatakan sikap serupa serta memberikan dukungan moral kepada kader dan simpatisan yang memilih mundur.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PDI Perjuangan Brebes dalam menjaga soliditas organisasi. Ke depan, dinamika internal tersebut diharapkan dapat disikapi dengan dialog dan komunikasi yang konstruktif demi menjaga persatuan dan keberlangsungan partai.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *