ACEH TAMIANG – Saat ini kebutuhan air bersih sangatlah berguna dan diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir Aceh yang terjadi pada November 2025 lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Imigrasi Kelas II Langsa, Indra Sakti saat menyerahkan bantuan sumur bor kepada Datok Desa Kota Lintang, Muhammad Fadil S.Pd di lokasi Balai Pengajian (TPA) Raudhatul Islamiah. Pimpinan Tgk. Abdussamad, Dusun Sa’adah Desa setempat.
“Bantuan air bersih sangatlah berguna dan diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir,” ucap Kepala Imigrasi Langsa dalam sambutannya, Kamis (12/02/2026).
Indra Sakti menjelaskan, bantuan sumur bor di Desa Kota Lintang ini dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76 tahun 2026.
“Pembuatan sumur bor ini atas arahan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bantuan ini tidak hanya di Aceh Tamiang dan Aceh saja, tapi juga untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan, untuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, bantuan sumur bor di berikan oleh Kemenimipas untuk dua titik, yaitu di Desa Kota Lintang dan Desa Perdamaian Kecamatan Kota Kuala Simpang.
“Alhamdulillah, masyarakat kita lihat sangat puas dengan adanya sumur bor ini, khususnya untuk mengatasi krisis air bersih pascabanjir Aceh November 2025 lalu,” terang Indra.
“Sumur bor ini dibangun dengan swadaya masyarakat yang anggarannya sekitar Rp.90 juta. Adapun kedalamannya mencapai 85 meter, airnya bersih dan diakui oleh warga sekitar serta pimpinan tempat pengajian disini,” jelasnya lagi.
Menurut Indra Sakti, batuan sumur bor untuk mengatasi air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang sebenarnya harus diperbanyak, khususnya sumur bor yang kedalamannya diatas 80 meter, bukan hanya sekitar 3 tombak (30 meter), sehingga bisa mendapatkan air yang bersih dan dikonsumsi oleh masyarakat.
Sehingga sumur bor ini tidak hanya mengatasi air bersih pascabanjir, namun kedepannya juga dapat digunakan oleh masyarakat setelah keadaan Desa Kota Lintang sudah normal kembali.
“Semoga sumur bor ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sampai keadaan normal dan juga sumur bor seperti ini dapat diperbanyak sehingga warga Aceh Tamiang tidak kesusahan air bersih lagi,” harap Indra.

Tidak lupa, Kepala Imigrasi Langsa mengucapkan terimakasih kepada karyawan Imigrasi Langsa, khususnya bagian umum karena telah membantu percepatan proses pembangunan sumur bor yang merupakan amanah dari Kantor Pusat untuk Aceh Tamiang.
“Bantuan sumur bor yang airnya bersih sangat berguna bagi masyarakat. Kita berharap bantuan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” tutup Indra Sakti.
Penyerahan sumur bor ditandai dengan tandatangan berita acara penyerahan oleh Imigrasi Langsa kepada Datok Desa Kota Lintang dan gunting pita bukti sumur bor mulai bisa digunakan.
Turut hadir Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Imigrasi Langsa, Para Kepala Seksi (Kasi) Imigrasi Langsa dan staff, serta perangkat Desa Kota Lintang dan guru TPA Raudhatul Islamiah.














