Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

PMI Tamiang dan CARE Bantu Kebutuhan Hidup Warga sampai Pembersihan Sisa Lumpur di Ie Bintah

IMG 20260307 195122
Foto bersama penyerahan bantuan kebutuhan hidup dari PMI dan CARE kepada masyarakat Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang. (Foto:hariandaerah.com/Sukma).

ACEH TAMIANG – Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan CARE Peduli bersama Gerakan Srikandi Aceh Bangkit (Geusaba) dan Balee Juroeng menyalurkan bantuan kepada masyarakat Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang yang terdampak banjir.

Bantuan yang diberikan berupa air bersih, paket kebutuhan hidup sehari hari, seperti ember, kelambu, kain sarung, pakaian dalam dan lainnya, sampai dengan alat berat, baik itu beko dan loader untuk membersihkan sisa lumpur yang masih ada di jalanan desa serta halaman rumah warga setempat.

Penyaluran bantuan tersebut dibalut dalam “Distribusi Paket Bantuan Non-Food item, Dignity Kits dan Bedding Kits” di posko bersama bantuan DPD APDESI ACEH, Jum’at (06/03/2026).

Koordinator Tim Air dan Sanitasi PMI Aceh Tamiang, Muslim M. Aji menyampaikan, air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Sehingga, pihaknya terus memproduksi dan mendistribusikan air bersih untuk membantu warga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

IMG 20260307 195845
Datok Ie Bintah Wilda Mukhlis didampingi Muslim M. Aji serahkan bantuan kepada warga, Jum’at (06/03/2026).

“Saat ini sudah memasuki ibadah puasa, tentunya kebutuhan air bersih sangat tinggi. Kami memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan seperti hari biasa agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ucapnya.

BACA JUGA:  Polres Langsa Gelar Pangan Murah Bersama Bulog dan Dinas PPKP

Muslim menegaskan, pihaknya berkomitmen memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, sebanyak 120.000 liter air bersih telah disalurkan ke 12 kecamatan terdampak.

“Produksi dan distribusi dilakukan setiap hari, termasuk selama bulan Ramadan,” terangnya.

Menurutnya, banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan banyak sumur warga tercemar lumpur dan limbah, sehingga akses terhadap air layak konsumsi menjadi sangat terbatas.

“Ketersediaan air bersih menjadi semakin penting di bulan Ramadhan, tidak hanya untuk kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga untuk berwudu dan keperluan ibadah lainnya,” ungkap Muslim M. Aji.

Kemudian, Project Coordinator CARE (Yayasan CARE Peduli), Yarid Rimba mengatakan, bahwa pihaknya bersama berbagai lembaga lain terus menyalurkan bantuan darurat, upaya pemulihan di Aceh Tamiang dengan fokus pada penyediaan air bersih, hygiene kit, dan family kit untuk penyintas banjir.

IMG 20260307 195910
Datok Ie Bintah Wilda Mukhlis didampingi Muslim M. Aji serahkan bantuan kepada beberapa warga setempat, Jum’at (06/03/2026).

“Selain itu, bantuan juga mencakup perbaikan sumur, dukungan pendidikan anak yatim, serta logistik,” kata Yarid Rimba.

BACA JUGA:  Desa Lae Mate Kecamatan Rundeng di Luap Banjir Butuh Perhatian Siap Siaga Pemko

Sementara itu, Datok Desa Ie Bintah, Wilda Mukhlis mengucapkan terima kasih kepada lembaga donor yang sudah membantu air bersih, perlengkapan kebutuhan hidup warga serta pembersihan sisa lumpur di wilayahnya.

“Mewakili warga, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PMI Aceh Tamiang, Yayasan CARE, Geusaba dan Bale Juroeng yang telah membantu kami disini,” sebutnya.

Datok Wilda menambahkan, adapun upaya bantuan yang sedang berjalan, yaitu akses air bersih dan sanitasi, hygiene dan family kit, bantuan spesifik serta logistik.

Seperti bantuan CARE Indonesia dan Wiz.or.id yang menyalurkan filter air dan merehabilitasi sumur untuk kebutuhan mendesak warga.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, bantuan ini sangat berarti bagi warga upaya pemulihan desa Ie Bintah pascabanjir bandang Aceh Tamiang November 2025 lalu,” tutup Wilda.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *