ACEH TAMIANG – Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk INFOSIGAP (Informasi Siaga Bencana) di SMA Negeri 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 05 Februari 2026 tersebut untuk membangun budaya sadar bencana dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana, khususnya banjir dan gempa bumi.
Pengabdian yang dipimpin oleh Dr. Zukya Rona Islami M.Pd tersebut dilaksanakan secara konsorsium dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari program tanggap darurat kebencanaan tahun 2026.
“Dalam pelaksanaannya, kita menghadirkan inovasi edukasi berbasis infografis kebencanaan yang dirancang kontekstual sesuai kondisi wilayah Aceh Tamiang yang dikenal rawan banjir tahunan,” ucap Dr. Zukya Rona Islami.
Adapun materi yang disampaikan mencakup langkah cepat saat gempa, prosedur evakuasi banjir, hingga prinsip dasar kesiapsiagaan seperti mengenali risiko dan tetap tenang saat bencana terjadi.
Lebih lanjut, Dr. Zukya Rona menyampaikan, bahwa rendahnya literasi kebencanaan siswa menjadi latar belakang utama kegiatan ini.
“Sebagian besar siswa belum paham apa yang harus mereka lakukan dan apa yang harus dipersiapkan saat bencana. Padahal, wilayah Manyak Payed memiliki risiko banjir yang tinggi hampir setiap tahun,” terangnya.
Selain INFOSIGAP, siswa juga diperkenalkan dengan konsep Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi perlengkapan penting seperti air minum, makanan darurat, P3K, dokumen penting, senter dan peluit.
“Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan kesiapsiagaan sejak dini,” sebutnya.
Ketua Tim PKM ini menambahkan, kegiatan ini juga diperkuat dengan sesi sosialisasi interaktif, diskusi kelas, serta penyampaian pesan kebencanaan secara rutin melalui media komunikasi sekolah.
Tim turut melibatkan guru dalam pemanfaatan infografis sebagai media pembelajaran agar program ini berkelanjutan.
Kemudian disampaikan, pihak sekolah sangat menyambut baik kegiatan pengabdian dosen Unsam karena dinilai memberikan dampak nyata bagi siswa. Lingkungan sekolah kini tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang edukasi mitigasi bencana secara berkelanjutan.
“Melalui program INFOSIGAP, Universitas Samudra berharap dapat membangun budaya sadar bencana di kalangan pelajar serta memperkuat peran sekolah sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana berbasis pendidikan,” ungkap Dr. Zukya Rona Islami.














