Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Perkuat Integritas, Kajati Jabar Tekankan Adaptasi Hukum demi Kepercayaan Publik

Screenshot 20260507 081146 Chrome
Keterangan foto : Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Sutikno, memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA), Kamis (7/4/2026)

Hariandaerah.com Bandung – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Sutikno, memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA). Momentum ini dijadikan sebagai sarana pemersatu dan pengokoh nilai-nilai luhur institusi, dengan mengusung tema PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan RI dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional.

PERSAJA Bukan Sekadar Silaturahmi

Sutikno menegaskan bahwa PERSAJA memiliki peran strategis yang jauh lebih dalam daripada sekadar wadah berkumpul. Organisasi ini diposisikan sebagai tulang punggung yang menjaga kehormatan, solidaritas, dan profesionalisme para jaksa.

“PERSAJA harus hadir menjadi jembatan yang responsif antara kebutuhan anggota dan arah kebijakan institusi. Organisasi ini adalah benteng utama dalam menjaga marwah dan kehormatan profesi,” tegas Sutikno, Kamis (7/4/2026)

BACA JUGA:  Pengadilan Tolak Gugatan Warga Kohod Terkait Pagar Laut

Tantangan Besar: Siap Hadapi KUHP Baru

Menurut Sutikno, peringatan ulang tahun kali ini juga menjadi momen refleksi menghadapi dinamika hukum yang semakin kompleks. Kata Sutikno, salah satu fokus utama yang disorot adalah kesiapan seluruh jajaran dalam mengimplementasikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP yang baru.

Regulasi baru ini dinilai sebagai tonggak transformasi besar menuju sistem hukum yang lebih humanis dan berkeadilan. Namun, hal ini menuntut peningkatan kapasitas, pemahaman mendalam, serta konsistensi penerapan yang tidak ringan.

“Tantangan ke depan bukan hanya soal menegakkan aturan, tapi juga bagaimana beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk tuntutan transparansi dan kepercayaan publik yang semakin tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Soal Kasus Vina, Anggota DPR-RI: Yakin Polisi dapat Tuntaskan dan Jangan Terprovokasi

Soliditas Harus Dibangun Tanpa Eksklusivitas

Sutikno menambahkan, keberhasilan PERSAJA di usia ke-75 ini tidak hanya diukur dari kekuatan internal semata, melainkan dari kontribusinya mewujudkan keadilan. Solidaritas dan jiwa korsa harus tetap kuat, namun tetap dibalut dengan keterbukaan dan profesionalisme agar tidak terkesan eksklusif.

“Melalui momentum ini, kami harap seluruh jajaran semakin termotivasi bekerja maksimal demi mewujudkan sistem hukum yang adil, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *