BREBES – Perubahan luar biasa terjadi dalam dunia kesehatan Kabupaten Brebes. Langkah strategis dan berani yang diterapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes berhasil membalikkan keadaan: dari posisi tertinggal, kini melesat masuk jajaran terbaik se-Jawa Tengah. Bahkan, salah satu puskesmas yang sempat berada di urutan terbawah, kini menjadi rujukan dan narasumber di tingkat provinsi berkat keberhasilan inovasi yang dijalankan hanya dalam waktu satu bulan.
Kisah sukses dan perubahan drastis ini diungkapkan langsung oleh Kepala Puskesmas Jatirokeh, Cipto Sudrajat, didampingi Kepala Tata Usaha Puskesmas Jatirokeh, Wahyuningsih, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Sabtu (13/06/2026). Menurut Cipto, titik balik keberhasilan ini bermula dari kebijakan tegas yang diambil Kadinkes Brebes pada awal Mei lalu. Saat itu, menyikapi rendahnya cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat kabupaten, Kepala Dinkes mengumpulkan lima puskesmas dengan capaian terendah untuk mengikuti apel pagi di kantor Dinas Kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Puskesmas Jatirokeh tercatat berada di peringkat ketiga terbawah. Momen itu bukanlah bentuk penghukuman, melainkan langkah evaluasi mendalam dan pemetaan masalah yang justru memicu semangat baru bagi seluruh jajaran puskesmas untuk berubah.
“Tindak lanjut upaya Kadinkes Brebes dalam meningkatkan cakupan CKG yang saat itu masih rendah dilakukan dengan cara inovatif, yakni memanggil lima puskesmas peringkat terbawah untuk mengikuti apel pagi di awal bulan Mei. Saat itu kami berada di peringkat ketiga terbawah. Hasil evaluasi itulah yang akhirnya membangkitkan semangat seluruh rekan-rekan di lingkungan Puskesmas Jatirokeh untuk berjuang meningkatkan capaian,” ungkap Cipto Sudrajat.
Berdasarkan arahan dan hasil evaluasi tersebut, segera disusun strategi terobosan. Setiap karyawan dibebankan tanggung jawab untuk memaksimalkan dan menginput data capaian CKG secara akurat. Tidak hanya mengandalkan pelayanan di dalam gedung, kegiatan cek kesehatan gratis secara keliling atau luar gedung pun ditingkatkan secara masif. Langkah ini diselaraskan dengan program unggulan Bupati Brebes, yaitu gerakan Tenaga Kesehatan (Nakes) Door to Door, di mana petugas langsung mendatangi warga di rumah-rumah, lingkungan permukiman, hingga ke pelosok desa.
“Alhamdulillah, hasilnya sangat luar biasa. Semangat kerja semakin tinggi. Kami tidak lagi menunggu warga datang, melainkan kami yang mendatangi mereka. Capaian CKG di Puskesmas Jatirokeh naik sangat pesat dan kini menempati peringkat pertama dengan jumlah partisipan terbanyak. Hingga per tanggal 13 Juni 2026, persentase pelayanan CKG kami telah mencapai 70 persen,” jelas Cipto dengan bangga.
Keberhasilan yang diraih dalam waktu sangat singkat, kurang dari satu bulan, ini menjadi perhatian besar hingga ke tingkat provinsi. Puskesmas Jatirokeh pun ditunjuk sebagai narasumber di tingkat Jawa Tengah. Banyak pihak yang bertanya-tanya, bagaimana caranya Jatirokeh bisa berubah secepat itu—dari peringkat bawah menjadi juara—dan inovasi apa yang diterapkan.
Kesuksesan ini tidak lepas dari perhatian langsung pimpinan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes bahkan turun langsung meninjau ke Puskesmas Jatirokeh untuk memberikan dukungan moril dan memastikan langkah yang diambil berjalan tepat sasaran.
“Kami atas nama seluruh jajaran Puskesmas Jatirokeh sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes atas berbagai upaya bantuan dan dukungan yang diberikan kepada kami. Mudah-mudahan langkah ini semakin menambah semangat kami dalam menyukseskan program nasional di bidang kesehatan. Bravo Pak Kadinkes, Bravo Dinkes Kabupaten Brebes,” ucapnya penuh apresiasi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, membenarkan langkah strategis tersebut. Menurutnya, evaluasi rutin, penekanan kinerja, hingga pemberian apresiasi menjadi kunci utama perubahan budaya kerja di seluruh puskesmas se-Brebes.
“Kegiatan yang kami lakukan nyata adanya. Kami melaksanakan evaluasi mendalam, memberikan penekanan mengenai pentingnya program ini, serta memberikan apresiasi kepada tim CKG di setiap puskesmas agar lebih bersemangat meningkatkan kinerja capaian, khususnya untuk program prioritas pemerintah pusat ini,” tegas dr. Heru Padmonobo.
Hasil dari kerja keras dan inovasi yang dilakukan seluruh jajaran kesehatan Brebes tercatat sangat mengagumkan. Jika sebelumnya cakupan CKG Kabupaten Brebes berada di peringkat lima besar terbawah se-Jawa Tengah, posisi itu kini berbalik 180 derajat.
“Alhamdulillah, capaian CKG Kabupaten Brebes yang tadinya berada di peringkat lima besar terbawah, kini sudah merangkak naik ke peringkat 20 besar teratas. Berdasarkan hasil evaluasi terakhir pada Kamis lalu, capaian kita bahkan sudah masuk ke peringkat 10 besar terbaik se-Provinsi Jawa Tengah,” papar dr. Heru dengan gembira.
Kenaikan fantastis ini membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang tegas, inovasi metode kerja, dan sinergi yang kuat antara dinas kesehatan dan puskesmas, tantangan berat pun dapat diselesaikan dengan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Brebes.














