KOTA TEGAL – Mendapatkan pertolongan di saat darurat adalah hak setiap warga, tak terkecuali penyandang disabilitas. Menutup celah kesenjangan akses yang selama ini dirasakan, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengembangkan inovasi layanan Call Center 112 berbasis video, khusus dirancang bagi penyandang tunarungu dan tunawicara agar bisa mengakses layanan kegawatdaruratan dengan setara.
Inisiatif ini lahir dalam rangka Program Ekosistem Hidup Berbasis Teknologi (BESTARI-Saintek) Tahun 2026, melalui penelitian bertajuk “Model Ekosistem Layanan Publik Inklusif: Pengembangan Call Center 112 Berbasis Video untuk Tunawicara sebagai Upaya Mewujudkan Akses Layanan Adaptif dan Aksesibel bagi Masyarakat Rentan.”
Sebagai langkah krusial mewujudkan gagasan tersebut, UPS Tegal menggelar Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Inklusif di Gedung Dadali, Tegal, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berharga antara akademisi, pemerintah, praktisi teknologi, aparat penegak hukum, hingga perwakilan komunitas penyandang disabilitas, guna merumuskan standar layanan darurat yang benar-benar memahami kebutuhan semua kalangan.
Saat membuka kegiatan, Nurhayati menegaskan pentingnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam pelayanan publik. “Call Center 112 adalah garda terdepan saat terjadi kegawatdaruratan. Namun hingga kini masih ada hambatan yang dirasakan teman-teman disabilitas. Lewat penyusunan SOP ini, kami ingin memastikan masukan mereka menjadi dasar, sehingga layanan ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Ketua Tim Peneliti, Akhmad Habibullah, M.I.P., menjelaskan gagasan ini lahir dari temuan nyata di lapangan. “Kami melihat betapa sulitnya teman-teman tunarungu dan tunawicara menyampaikan laporan saat keadaan darurat. Lewat Call Center 112 berbasis video, kami hadir untuk menutup kesenjangan tersebut,” terangnya.
Teknologi yang dikembangkan pun canggih namun mudah diakses: memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menerjemahkan bahasa isyarat secara langsung menjadi informasi yang mudah dipahami petugas operator. Dengan begitu, proses pelaporan menjadi lebih cepat, tepat, dan tanpa batasan komunikasi.
“Kegiatan ini berjalan bertahap. Kami ingin memastikan setiap langkah disempurnakan bersama-sama. Workshop ini adalah ruang dialog terbuka, agar SOP yang disusun kelak tidak hanya menjadi dokumen, melainkan aturan yang hidup dan mudah diterapkan,” tambah Akhmad.
Riset kolaboratif ini melibatkan tenaga ahli lintas kampus: dari UPS Tegal ada Dra. Sri Sutjiatmi, M.Si., Dr. Dien Novianty, M.M., dan Deddy Prihadi, S.E., M.Kom.; didukung pula Haries Anom Susetyo Aji Nugroho, M.Kom. dari Universitas Bhamada Slawi serta Bambang Irawan, M.Kom. dari Universitas Muhadi Setiabudi.
Sementara itu, pemateri Mochamad Fatchan Chasani, M.Pd., menekankan bahwa layanan pengaduan publik harus berlandaskan aksesibilitas, non-diskriminasi, keamanan data, dan kemudahan penggunaan. “Paradigma kita harus berubah: bukan lagi memberi belas kasihan, melainkan memastikan pemenuhan hak. Digitalisasi layanan harus menjamin tidak ada satu pun warga yang tertinggal,” tegasnya.
Diskusi berjalan hangat dan mendalam melibatkan perwakilan Dinas Kominfo, PT Digital Sandi Informasi, Kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Gerkatin, hingga Komunitas Difabel Slawi Mandiri. Beragam masukan berharga pun terangkai: mulai dari penguatan keamanan data, ketepatan pelacakan lokasi, integrasi antar instansi darurat, penyempurnaan akurasi penerjemahan bahasa isyarat berbasis AI, hingga pentingnya sosialisasi luas kepada komunitas sasaran.
Rangkaian kegiatan belum usai. Selanjutnya tim akan menyusun modul pelayanan, memberikan pelatihan bahasa isyarat bagi operator, menyempurnakan teknologi, hingga tahap uji coba publik. Melalui program BESTARI-Saintek, UPS Tegal bercita-cita melahirkan model layanan publik yang adaptif dan berkelanjutan, sehingga suatu hari nanti, meminta pertolongan saat darurat bisa dilakukan siapa saja, dengan cara yang paling nyaman bagi diri mereka sendiri.









