Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dea Elkayana Fasekha, Tiada Hari Tanpa Al Quran — Sabet Juara 3 MTQ Nasional 2026

IMG 20260928 084454
Dea Elkayana Fasekha, siswa SMP Negeri 2 Jatibarang, berpose bangga setelah meraih Juara 3 MTQ Nasional 2026 Cabang Tartil Golongan Anak-anak. —Foto: Istimewa

BREBES — Bagi Dea Elkayana Fasekha, membaca Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan kebutuhan jiwa. Siswa kelas 8 SMP Negeri 2 Jatibarang ini membuktikan ketekunannya dengan meraih gelar Juara 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026 Cabang Tartil Golongan Anak-anak.

Perhelatan bergengsi yang berlangsung di Semarang, 11–20 September 2026 tersebut, menjadikan Dea satu-satunya utusan dari Kabupaten Brebes yang mewakili Provinsi Jawa Tengah.

“Saya tidak menyangka bisa menjadi juara,” ucap Dea dengan nada lembut saat ditemui di lingkungan sekolahnya, Senin (28/9/2026).

Pada babak final, Dea membacakan Surat Al-Ma’idah ayat 1 hingga selesai selama tujuh menit. Penilaian mencakup tajwid (30 poin), fashahah (20 poin), irama (20 poin), adab (10 poin), serta tartil (20 poin). Di balik ketenangan yang tampak, Dea mengakui hatinya berdebar antara gugup dan semangat — perasaan yang melebur menjadi kekuatan hingga dewan hakim menetapkannya di peringkat ketiga.

BACA JUGA:  162 JCH Asal Kota Langsa Diberangkatkan

Atas prestasi tersebut, Dea menerima piala, piagam, serta uang pembinaan sebesar Rp8 juta dari panitia penyelenggara. Gubernur Jawa Tengah juga memberikan apresiasi berupa Rp30 juta. Sementara itu, terkait kemungkinan pemberian penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Brebes, Dea menyatakan belum mengetahui kepastiannya.

Di balik keberhasilan itu, tersimpan kerja keras yang tak singkat. Putri pasangan Bapak Wahid Hasyim dan Ibu Tunida ini berlatih mandiri siang hingga malam di kediamannya, Jalan Sri Gunting, RT 04/RW 02, Desa Janegara, Kecamatan Jatibarang. Ia juga mendapat bimbingan khusus dari Ustadz Minanul Hakim di TPQ Fatkhul Huda, Desa Janegara.

Sebelum berangkat ke ajang nasional, Dea menjalani karantina selama sebulan bersama para juara tingkat provinsi lainnya. “Alhamdulillah, saya akhirnya terpilih untuk maju ke tingkat nasional,” tutur anak yang lahir di Brebes, 3 Mei 2014 ini.

Sejak usia dini, Dea telah terbiasa dengan bacaan Al-Qur’an di lingkungan keluarganya. Saat masih TK, ia sudah lancar membaca huruf hijaiyah. Kini Dea telah menghafal Juz 30 dan tengah menapaki hafalan Juz 1.

BACA JUGA:  Aktivis Minta Program Nakes Door to Door di Brebes Dimaksimalkan: “Jangan Hanya Jadi Program di Atas Kertas”

Di samping kesibukannya mengaji, Dea memiliki hobi berenang. Perpaduan olahraga, olahrasa, dan olahpikir membentuk karakter yang tenang dan rendah hati. Cita-citanya menjadi seorang dokter, namun ia berjanji tak akan berhenti berjuang di bidang tilawah.

“Tahun depan saya ingin berusaha lebih keras lagi, bertekad meraih juara pertama,” ucapnya.

Menutup perbincangan, Dea menyampaikan pesan yang sederhana namun bermakna:

“Saya masih belajar dan akan terus belajar. Segala hasilnya saya serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Agung.”

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *