Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Proyek Jembatan Rp13 Miliar di Aceh Utara Disorot, Kerusakan Expansion Joint Ancam Pengguna Jalan

1001065970 100kb 1
Kondisi Kerusakan Expansion Joint Jembatan Bayu Aceh Utara Pengguna Jalan.hariandaerah.com / foto nurman

ACEH UTARA – Kondisi Expansion Joint atau sambungan pada ujung jembatan di jalan  lintas nasional Banda Aceh  – Medan tepatnya depan Puskesmas Bayu, Kabupaten Aceh Utara, menjadi sorotan setelah ditemukan mengalami kerusakan, meskipun pekerjaan jembatan tersebut belum lama selesai dikerjakan. Berdasarkan kondisi di lapangan, beton penahan sambungan terlihat pecah dan berlubang. Sementara itu, besi siku pengaman tampak terangkat ke atas sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat yang melintasi jembatan setiap hari.(6/11/26)

Persoalan ini semakin menjadi perhatian karena proyek pembangunan jembatan tersebut disebut menelan anggaran sekitar Rp13 miliar. Besarnya anggaran yang dikucurkan semestinya diikuti dengan kualitas pekerjaan yang baik, pengawasan ketat, serta hasil konstruksi yang memenuhi spesifikasi teknis. Kerusakan pada bagian sambungan yang terjadi dalam waktu relatif singkat setelah pekerjaan selesai memunculkan pertanyaan mengenai mutu material, metode pemasangan, dan efektivitas pengawasan proyek.

Secara teknis, kondisi Expansion Joint tersebut perlu mendapat pemeriksaan serius. Apakah sambungan besi, beton penahan, dan besi siku pengaman telah dipasang sesuai gambar perencanaan serta spesifikasi teknis? Apakah pekerjaan tersebut telah melalui pemeriksaan mutu sebelum dinyatakan selesai? Pertanyaan ini penting dijawab oleh pihak terkait agar masyarakat mengetahui apakah kerusakan disebabkan faktor teknis, kualitas material, metode pelaksanaan, atau kemungkinan ketidaksesuaian pekerjaan dengan perencanaan.

BACA JUGA:  Miris! Baru Hitungan Hari, Cor Beton Ready Mix K-225 di Desa Dukuhwringin Sudah Retak-retak

Untuk memperoleh penjelasan, konfirmasi telah dimintakan kepada Balai Jalan Nasional Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah setempat, PPK 1.4 BPJN I Aceh, Ir. Dessy Amalia Farina, ST, MT, belum memberikan tanggapan terkait penyebab kerusakan, kesesuaian spesifikasi, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan

Sementara itu, saat dicoba dikonfirmasi, Fahmi yang disebut sebagai pengawas proyek dari Danantara juga belum memberikan tanggapan terkait fungsi pengawasan, evaluasi kualitas pekerjaan, serta tanggung jawab pengawasan terhadap hasil proyek tersebut.

Belum adanya tanggapan dari pihak terkait patut menjadi perhatian publik, mengingat persoalan ini menyangkut keselamatan pengguna jalan dan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran negara. Masyarakat mendesak Balai Jalan Nasional, PPK, pengawas proyek, dan kontraktor pelaksana segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan teknis serta memasang pengamanan darurat. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah terjadi kecelakaan dan jatuhnya korban.

BACA JUGA:  Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT RI di Kota Langsa Berlangsung Khidmat

Pihak terkait juga diminta membuka hasil pemeriksaan pekerjaan dan menjelaskan apakah kerusakan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor dalam masa pemeliharaan. Jika ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi atau mutu konstruksi, perbaikan harus dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku.

Proyek bernilai miliaran rupiah seharusnya menghasilkan infrastruktur yang aman dan berkualitas, bukan justru menyisakan persoalan keselamatan bagi masyarakat. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi PPK, pengawas proyek, Danantara, maupun kontraktor pelaksana.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *