Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Air Mata Haru Warningsih: Rumah Reyot Anyaman Bambu Kini Bakal Jadi Rumah Layak Huni

IMG 20260509 WA0085 1

BREBES – Air mata kebahagiaan tak mampu disembunyikan dari wajah Warningsih (45), seorang janda warga Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Selama puluhan tahun, ia dan putrinya yang baru berusia 6 tahun, Anggun, bertempat tinggal di rumah tua peninggalan orang tuanya yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Dinding rumah tersebut terbuat dari geribig atau anyaman bambu yang sudah mulai rapuh dan lapuk dimakan usia. Fasilitas sanitasi pun sangat terbatas; tak ada kamar mandi yang layak, hanya ruangan sederhana yang sudah usang. Di rumah yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 50 tahun itu, Warningsih bertahan hidup dengan berdagang jajanan anak-anak demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membesarkan anaknya seorang diri. Meski sederhana, rumah itu menjadi saksi seluruh perjalanan hidupnya.

Namun, harapan baru akhirnya hadir. Rumah reyot yang selama ini ditempatinya akan segera direnovasi total menjadi hunian yang layak dan aman, berkat program bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kabar tersebut membuat Warningsih tampak sumringah. Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta pemerintah yang dinilainya sangat peduli terhadap nasib rakyat kecil seperti dirinya.

BACA JUGA:  45 Anggota DPRK Aceh Utara Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan semua pihak yang telah membantu memperbaiki rumah saya,” ucapnya terharu.

Penyerahan program bedah rumah ini dilakukan langsung oleh Menteri PKP RI, Maruarar Sirait, dalam kunjungan kerjanya di Brebes, Sabtu (9/5/2026). Menteri yang akrab disapa Ara itu didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Kegiatan berpusat di Desa Kaliwlingi dan disiarkan secara Zoom Meeting yang diikuti oleh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Dalam keterangannya, Menteri Ara menjelaskan adanya peningkatan signifikan pada program ini. Jika pada tahun 2025 hanya ada 20 unit rumah di Brebes yang dibedah, maka pada tahun 2026 jumlahnya melonjak menjadi 600 unit. Secara keseluruhan, provinsi Jawa Tengah ditargetkan setidaknya mendapatkan perbaikan sebanyak 30 ribu unit rumah.

“Saat ini sudah ada 10 unit rumah di Brebes yang sedang dalam proses perbaikan. Pengadaan bahan bangunan dilakukan melalui lelang terbuka yang melibatkan toko bangunan lokal,” jelasnya.

BACA JUGA:  Demokrat Jabar Peduli Korban Banjir di Bogor

Lebih jauh, Menteri Ara menegaskan bahwa program pembangunan rumah ini dirancang untuk memberikan tiga manfaat sekaligus: membantu masyarakat memiliki hunian layak, menyejahterakan penerima bantuan, serta menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan tenaga kerja konstruksi setempat.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma turut mengungkapkan kebahagiaannya atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat bagi warganya.

“Program bedah rumah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru dan menjamin kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

Kini, Warningsih tak lagi hanya memandangi dinding bambu yang mulai rusak. Ia sudah mulai membayangkan suasana rumah yang aman, nyaman, dan sehat untuk dirinya serta buah hatinya. Di tengah segala keterbatasan yang dijalani bertahun-tahun, bantuan ini menjadi hadiah paling berharga yang kembali menyalakan harapan hidup seorang ibu sederhana di Brebes.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *