Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Brebes Night Creative dan Ider Film: Ruang Apresiasi Karya Sineas Muda Sekaligus Penjaga Identitas Budaya Lokal

IMG 20260621 WA0021
Brebes Night Creative (BNC) dalam program Ider Film, oleh sineas muda daerah, di sambut antusias warga masyarakat Desa Padadugih.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Karya‑karya hasil jerih payah sineas muda daerah kembali mendapatkan ruang penghargaan yang layak. Sejumlah judul film seperti Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela diputar secara resmi dalam rangkaian kegiatan Brebes Night Creative (BNC) serta program Ider Film. Acara berlangsung meriah di Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, dan berhasil memikat ratusan warga yang hadir memadati lokasi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan hiburan yang berkualitas sekaligus bermakna. Lebih dari itu, momen ini juga ditujukan guna memperkuat langkah pelestarian nilai‑nilai budaya serta mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif di wilayah Brebes.

Selain pemutaran karya perfilman lokal yang mengangkat kisah kehidupan masyarakat, legenda daerah, pesan sosial, hingga keunikan penggunaan bahasa khas Brebes sebagai penanda identitas budaya, acara juga dimeriahkan dengan beragam pertunjukan seni pendukung. Mulai dari tarian tradisional, teater rakyat, musik daerah, hingga penampilan kreatif dari peserta didik jenjang TK, SD, SMP serta para anggota sanggar seni setempat — semuanya mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari penonton.

Menyikapi antusiasme yang luar biasa tersebut, Kepala Desa Padasugih, Sugiharto, menyampaikan apresiasinya yang tinggi. Baginya, kehadiran film‑film lokal bukan sekadar sarana hiburan semata, melainkan juga media edukasi yang sangat efektif bagi generasi muda.

“Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat besar dan lokasi penuh sesak. Karya‑karya yang ditayangkan mengangkat langsung kisah legenda dan budaya asli daerah kami. Ini cara paling tepat agar anak‑anak dan generasi penerus tetap mengenal asal‑usul dan karakter wilayahnya, sekaligus menjadi benteng kearifan lokal di tengah derasnya arus masuk budaya luar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kolaborasi PT Djarum-Pemkab Brebes Hadirkan Harapan Baru: Bangun Hunian Layak, Sanitasi Sehat, hingga Dorong Ekonomi Desa

Sugiharto juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta para sineas muda yang telah bersusah payah menghadirkan tontonan yang dekat dengan hati warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Desa Padasugih serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, minat besar yang terlihat menjadi bukti nyata bahwa perfilman lokal memiliki daya tarik dan potensi besar sebagai wadah pelestarian sekaligus alat promosi paling jitu bagi daerah.

“Kami sangat terkesan melihat antusiasme ini. Ini jawaban jelas bahwa masyarakat Brebes merindukan tontonan yang berkualitas, yang cerita dan gayanya dekat dengan keseharian mereka, serta mampu menjadi jembatan pengenalan kekayaan budaya sendiri,” tegas Fajar.

Lebih jauh dijelaskannya, sineas muda daerah adalah aset utama yang sangat berharga bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif Kabupaten Brebes. Melalui lensa dan cerita yang mereka buat, berbagai keistimewaan wilayah, bahasa, tradisi, serta gambaran kehidupan masyarakat dapat direkam dan diperkenalkan hingga ke lingkup yang jauh lebih luas.

“Film lokal punya fungsi ganda: bukan hanya menghibur, melainkan juga menjadi media promosi daerah yang sangat efektif. Para sineas muda Brebes sudah membuktikan kemampuannya merekam identitas daerah dengan indah, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak,” tambahnya.

BACA JUGA:  Siapkan Tempat Acara Kenduri Maulid, Satgas TMMD Ke- 115 Kodim 0105/Abar Ikut Gotong Royong Bersihkan Masjid Baitul Izzah

Di akhir pernyataannya, Fajar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan perfilman daerah dengan cara menonton, menyebarluaskan informasi karya yang layak, serta sangat penting — menghargai hak cipta hasil karya tersebut. Hal ini diperlukan agar ekosistem industri kreatif di Brebes dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.

Secara resmi pada kesempatan itu pula, Fajar Adi Widiarso membuka rangkaian penuh kegiatan Brebes Night Creative dan Ider Film. Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah kabupaten untuk terus memperluas ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan komunitas kreatif di seluruh pelosok desa.

Secara khusus, lima judul film utama yang ditayangkan — Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela — mendapat sambutan paling hangat. Isi ceritanya yang akrab dengan kehidupan sehari‑hari, berakar dari kisah masa lalu daerah, serta sarat pesan moral dan budaya, semakin mengukuhkan bukti bahwa sineas muda Brebes mampu menghasilkan karya yang berkelas: menghibur, mendidik, sekaligus membangkitkan rasa bangga akan asal‑usul.

Melalui kegiatan rutin seperti ini, Pemerintah Kabupaten Brebes menaruh harapan besar agar ekosistem perfilman dan industri kreatif makin kuat tumbuh. Kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas seni, sineas muda, dan masyarakat luas diharapkan akan terus melahirkan karya‑karya baru yang mampu menjaga warisan budaya, mendongkrak daya tarik pariwisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kabupaten Brebes.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *