KOTA LANGSA – Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia maupun di dunia. Penyakit katarak merupakan gangguan penglihatan yang terjadi akibat keruhnya lensa mata, sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan optimal ke dalam mata.
Kondisi ini lebih sering dijumpai pada kelompok lanjut usia seiring dengan proses degeneratif yang terjadi secara alami. Penderitanya akan merasakan pandangan yang berkabut, kesulitan membaca, hingga mengalami hambatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Seorang penderita katarak di Kota Langsa, Supinah (65) mengungkapkan jika dirinya sudah mengalami penurunan kualitas penglihatan akibat katarak sebelum akhirnya menjalani pengobatan.
Awalnya Supinah berpikir pandangannya kabur merupakan hal yang biasa dikarenakan usia tidak muda lagi. Ia pun tidak begitu memperdulikannya, namun lama-kelamaan kok mulai merasa tidak nyaman dan terasa nyeri karena ada selaput yang menutupi matanya.
“Dengan kondisi tersebut saya memutuskan untuk langsung melakukan pemeriksaan di salah satu fasilitas kesehatan,” ucap Supinah, di pertengahan Agustus 2025.
Selanjutnya Supinah mengatakan, bahwa menjadi peserta Program JKN merupakan suatu keberkahan dan perlindungan penting bagi dirinya. Program JKN tidak hanya membantu meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan kemudahan akses layanan kesehatan yang berkualitas. Selama ini proses perawatan yang dijalaninya berjalan dengan lancar menggunakan kartu JKN.
“Program JKN ini manfaatnya sangat banyak, saya sendiri telah memanfaatkannya dalam beragam rangkaian tindakan medis. Saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN karena saya merasa kesehatan saya telah dilindungi oleh program ini, kalau tidak ada Program JKN mungkin saya akan kesulitan untuk berobat,” ungkap Supinah bersemangat.
Saat ini Supinah hanya fokus pada penyembuhan dengan rutin datang kontrol ke rumah sakit. Tidak lupa ia berharap bisa sembuh secepatnya, sehingga dapat beraktivitas kembali dengan normal.
Sebagai peserta aktif dalam Program JKN, Supinah tidak pernah merasakan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, dan setiap kali berobat ke fasilitas kesehatan, selalu mendapatkan perlakuan yang sama baik dari segi pemeriksaan, pemberian obat, maupun tindak lanjut pengobatan.
Ini tentunya membuat Supinah merasa tenang dan yakin bahwa Program JKN benar-benar memberikan jaminan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
“Tidak ada kesulitan sama sekali. Petugasnya sangat membantu dan saya merasa dihargai sebagai pasien. Semua layanan diberikan dengan cepat dan tidak dibedakan antara pasien JKN dan pasien umum,” sebut Supinah.
“Saya yang merupakan pengguna aktif Program JKN sangat merasakan manfaat yang diberikan. Dari awal hingga sekarang tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. Semua sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” katanya lagi.
Peserta JKN yang terdaftar di segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan ini sangat bersyukur memiliki BPJS Kesehatan untuk mendampingi dirinya saat menjalani pengobatan kataraknya.
Supinah menyadari bahwa memiliki perlindungan kesehatan sangat penting. Terlebih jika sudah mengalami sakit yang memerlukan pengobatan rutin dan dengan biaya yang tinggi. Tidak lupa ia mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera bergabung agar dapat merasakan manfaat yang sama.
Program JKN ini penting sekali, apalagi bagi orang tua yang sudah berumur dan membutuhkan pengobatan rutin seperti Supinah dan dengan adanya JKN, dirinya merasa sangat terbantu karena tidak perlu terlalu memikirkan biaya ketika harus berobat.
“Harapan saya semoga program ini bisa terus berjalan dengan baik. Pelayanannya semakin mudah dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua orang, terutama bagi kami yang sudah lanjut usia dan sering membutuhkan perawatan kesehatan,” tutur Supinah mengakhiri.














