Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dinkes Aceh: Ini Peran Protein Hewani dalam Mencegah Stunting

Stunting
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, dr. Sulasmi, MHSM. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEHStunting bisa dicegah dengan Protein Hewani karena peran protein hewani sebagai zat gizi makro yang memiliki sumber asam amino esensial terbaik yang diperlukan tubuh untuk mengaktifkan berbagai enzim dan hormon pertumbuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar, Sp. OG (K), melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat,dr. Sulasmi, MHSM kepada hariandaerah.com, mengatakan, Ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) disarankan mengkonsumsi ikan Tilapia (Ikan Nila/Mujahir) untuk mencegah stunting demi menciptakan generasi yang sehat, kuat dan cerdas.

“Dengan rutin mengkonsumsi protein hewani ikan bagi masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu menyusui akan terpenuhi pemenuhan asupan gizi selama kehamilan dan selama menyusui, karena protein hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting,” kata Sulasmi,

Dikatannya, ikan Tilapia atau ikan mujahir mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein dan mengandung vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.

Dalam kesempatan itu, Sulasmi menyampaikan, ibu hamil yang mengalami kurang gizi beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Oleh karena itulah, ibu hamil perlu memahami dan menjalankan pola hidup sehat agar keadaaan gizi ibu terjaga serta janin tetap sehat.

“Selain itu, asupan protein hewani pada ibu hamil sangat penting dalam mencegah stunting pada janin yang dikandungnya. Gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi salah satu penyebab utama anak lahir stunting,” ucap Sulasmi

Lebih lanjut dia juga berpesan khusus kepada ibu hamil dan anak balita agar lebih banyak mengkonsumsi protein hewani sehingga terhindar dari Stunting.

Menurutnya, ibu hamil harus banyak makan. Porsi makan ibu hamil harus lebih banyak dari pada sebelum hamil, kalau biasa makannya 1 potong ikan, saat hamil harus makan 2 potong ikan. Karena janin sangat membutuhkan asupan protein hewani agar anak yang dilahirkan kelak tidak mengalami Stunting dan jangan hanya berpikir tentang kalsium dan mineral, tapi ketika ingin pertumbuhan tulang normal maka perlu juga protein hewani ikan Tilapia.

Stunting
Ikan Nila yang Kaya Protein Hewani. (Foto: hariandaerah.com/H).

Sulasmi juga menjelaskan,  ada 6 manfaat ikan nila untuk Kesehatan diantaranya:

  1. Menjaga Kolesterol Dan Ikan Nila Memiliki Kandungan Asam Lemak Omega 3.

Nutrisi ini bisa membantu menjaga kadar kolesterol tubuh. Selain itu, kandungan ini juga bisa membuat otot lebih baik dalam merespons hormon insulin. Dengan begitu, kandungan nila juga bisa memberi dampak yang baik pada pengidap penyakit diabetes.

  1. Baik untuk Pencernaan

Kandungan protein dalam ikan nila juga bisa memberi manfaat yang baik untuk tubuh, salah satunya menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, protein dalam ikan nila juga bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Nutrisi ini juga bisa membantu penyembuhan jaringan yang rusak dan menjaga keseimbangan hormon.

  1. Tulang Lebih Sehat

Mengonsumsi ikan nila juga bisa membantu menjaga kesehatan tulang. Hal itu berkat kandungan kalsium yang ada pada ikan nila, kalsium penting untuk proses pembekuan darah dan kesehatan otot, termasuk otot jantung

  1. Mencegah Penuaan Dini

Manfaat ikan nila lainnya adalah mencegah penuaan dini. Hal ini berkat kandungan selenium yang ada di dalam ikan nila. Selenium bisa menstimulasi vitaminE dan vitamin C yang baik untuk kesehatan kulit. Antioksidan yang satu ini bisa membantu mencegah kerusakan sel yang bisa terjadi karena paparan radikal bebas berlebih. Hal itu bisa memicu munculnya tanda-tanda penuaan, seperti keriput, kulit kendur, serta muncul bercak hitam di wajah.

  1. Kesehatan Otak Terjaga

Konsumsi ikan nila juga bisa membantu menjaga kesehatan otak. Hal ini berkat kandungan asam lemak pada ikan nila yang disebut bisa meningkatkan fungsi otak serta saraf. Kandungan kalium dalam ikan nila juga bisa membantu menjaga fungsi otak.

  1. Membantu Mencegah kanker

Kandungan selenium pada ikan nila ternyata juga bisa membantu mencegah kanker. Sebagai antioksidan, kandungan nutrisi yang satu ini bisa membantu mencegah terjadinya kerusakan sel yang bisa menjadi pemicu kanker. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat ikan nila.

BACA JUGA:  Kapolsek dan Pejabat Polres Aceh Barat Dan Dilakukan Cek Urine

“Oleh karena itu, konsumsi beragam protein hewani di dalam saat ini sangat digalakkan terutama pada kelompok masyarakat rentan yaitu ibu hamil, balita dan anak dibawah usia 2 tahun dan ibu menyusui., karena kelompok masyarakat ini mengalami siklus kehidupan inti yang sering disebut sebagai 1000 HPK (1000 Hari Pertama Kehidupan),” kata Sulasmi.

BACA JUGA:  Sejak Hari Ke-2 Lebaran, Arus Penyeberangan Ulee Lheue -Balohan Membeludak

“Pada 1000 HPK, jika kondisi gangguan gizi dapat diatasi maka dapat menekan kemungkinan terjadinya gizi buruk dan stunting pada periode kehidupan anak selanjutnya,” pungkasnya

Stunting
Sub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Aceh Fitriani, S.Pi., M.Si (Foto: hariandaerah.com/h/ir/im).

Di tempat terpisah, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, S.Pi., M.Si melalui Sub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Aceh Fitriani, S.Pi., M.Si kepada hariandaerah.com, Senin (11/12/2023).

Lebih lanjut, Fitriani mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh sepenuhnya mendukung program Pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi angka stunting di wilayah Serambi Mekkah.

Salah satu program pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh yang sedang berjalan selama ini adalah Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Fitriani menjelaskan, bahwa Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah program pemerintah dalam mengatasi stunting, inflasi, dan penurunan angka kemiskinan.

“Alhamdulillah gerakan ini berdampak luar biasa, hal ini ditandai dengan terjadi penurunan dari kasus stunting tersebut,” kata Fitriani.

Tak hanya itu, Fitriani menekankan bahwa DKP Aceh sangat mendukung program pemerintah dalam hal Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan harapan dapat mengurangi angka stunting di Aceh.

“Langkah ini dilakukan sesuai arahan Bapak Presiden RI dan Bapak Pj Gubernur Aceh untuk mengatasi stunting dengan serius,” tambahnya.

Berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Sehat, dengan melibatkan seluruh komponen/elemen bangsa dengan membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Stunting
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh saat mendistribusikan ikan secara gratis yang dibagikan kepada masyarakat Aceh Besar untuk pencegahan stunting (Foto: DKP Aceh)

DKP Aceh dalam berbagai kesempatan juga terus mengkampanyekan gemar makan ikan kepada anak-anak dan ibu hamil dalam rangka memberikan kualitas kehidupan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dalam mengaplikasikan dampak positif Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Fitriani menekankan bahwa program ini tidak hanya membuahkan hasil dalam hal penurunan kasus stunting, tetapi juga berhasil meningkatkan konsumsi ikan di Aceh.

“Fokus pada Gemarikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, dimana masyarakat semakin menyadari pentingnya asupan protein dari ikan,” katanya.

Dalam konteks ini, DKP Aceh mengambil peran yang lebih proaktif dalam peningkatan konsumsi ikan, mengarah pada perubahan perilaku masyarakat terhadap pola makan yang lebih seimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *