Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Diskop UKM Aceh, Gencar Pasarkan Produk Koperasi Syariah Tingkat Nasional dan Internasional

menkop
Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Aceh, Kamaluddin, SE, M.Si. (Foto: hariandaerah.com/Herlin)

BANDA ACEH – Tahun 2023 Koperasi di Aceh berjumlah sekitar 6.974 yang aktif dan sekitar 3967 yang tidak aktif 3007. Kemudian, terdapat lima Koperasi yang menonjol di Aceh seperti simpan pinjam, produsen, konsumen,jasa danpemasaran.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh, Kamaluddin, SE, M.Si kepada hariandaerah.com,  saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (16/03/2023).

Kamaluddin mengatakan, untuk mencontohkan produk koperasi Aceh yang terkenal seperti kopi arabika yang terletak di Aceh Tengah, Takengon kini telah mendunia dipasar Global.

“Kopi Arabika salah satu produk koperasi Aceh dari Takengon telah menjadi pemasok utama ke Starbucks Indonesia,” kata Kamaluddin.

Lebih lanjut, Kamaluddin menyampaikan, di Aceh juga belum begitu maksimum untuk menjalankan koperasi kebanyakan masih coba-coba dan ada juga koperasi yang sangat serius.

“Maka kita terus lakukan penilaian koperasi setiap tahun, seperti tahun lalu dinas ada melakukan penilaian koperasi berprestasi terhadap 5 jenis koperasi dan bentuk apresiasi dari dinas itu, kita berikan hadiah-hadiah kecil dan piagam penghargaan,” ujarnya.

Kemudian Lanjut Kamal, Aceh yang dikenal dengan  Syariat Islam nya, terutama dalam bidang sistem keuangan dan perbankkan, merupakan peluang yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan oleh koperasi yang beroperasi di Aceh.

“Semua bank konvensional yang beroperasi di Aceh telah meninggalkan Aceh. Ini seharusnya dapat menjadi kesempatan dan peluang pasar bagi koperasi simpan pinjam yang ada Aceh,” kata Kamal

Lebih lanjut, Kamal menjelaskan,  sebagai bagian dari implementasi Syariat Islam di Aceh, sejak tahun 2018 telah lahir Qanun Nomor 11 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Kemudian pada tahun 2021 lalu, Qanun LKS ini telah diimplementasikan di bumi Aceh yang ber syari’at Islam.

“Koperasi yang ada di Aceh perlu melakukan perubahan dan menerapkan pola syariah untuk mengambil sebagian konsumen perbankan yang telah tutup di Aceh,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sedang Asik Hisab Sabu, Tiga Pria di Lhokseumawe Diringkus Polisi

Lanjutnya, qanun nomor 11 tahun 2018 tersebut mulai diterapkan di Aceh pada 5 Januari 2023, qanun itu harus diterapkan dengan murni pemberlakuannya karena tiga tahun di undangkan, maka wajib diterapkan.

“Jadi di Aceh yang sudah versi koperasi Syarih dari 3.600-an itu baru 270 koperasi, namun pemerintah juga tidak tinggal diam, terus berusah sampai seluruh koperasi di Aceh wajib syariah,” tuturnya.

Terkait koperasi syariah ini di Aceh ada 5 Pergub salah satunya ada pergub pembentukan Dewan Syariah (DS) baik di level provinsi maupun level Kabupaten/Kota se-Aceh. Sementara untuk Dewan Pengawas Syariah (DPS) itu sendiri memiliki kemampuan untuk mensertifikasi calon pengurus koperasi.

“Jadi pemerintah Aceh telah menganggarkan dan melakukan sertifikasi dan bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional. Untuk hari ini di Aceh ada sekitar 274 DPS tersebar di seluruh kabupaten kota se-Aceh,” ujarnya.

Untuk saat ini, satu DPS hanya bisa mengawasi 10 koperasi simpan pinjam dan koperasi yang ada usaha simpan pinjam, karna DPS ini terdapat fatwa-fatwa majelis ulama yang di kontrol dalam berkoperasi yang didasari fatwa majelis ulama.

“karena syariah ini dominannya yang membedakan itu diakatnya, akat lebih membuat spesifik kalau lain dari itu saya rasa tidak ada yang berubah sama aja, kondisi-kondisi itu memang pada perkembangannya yang signifikan pada unit usaha,” kata kamal

Kami pikir hampir sama aja, sambung kamal, dengan koperasi-koperasi lain di Indonesia secara umum, Bedanya karena kita ada pergub hukum yang wajib syariah, kalau perkembangan juga yang lain kita di Aceh juga masih akan beragam.

Melalui Dinas Koperasi dan UKM Aceh begitu gencar untuk membantu para pelaku koperasi dikarenakan ada konsultan, baik mulai dari kemasan packingnya, promosionnya kapasitas konsultannya untuk membuat koperasi semakin berkembang dan maju.

BACA JUGA:  Terkait Dugaan Kasus Penganiayan, Begini Kata Keuchik Gampong Utamong

Sementar itu, untuk perbedan koperasi konfensional dan syariah, menurut kamal, sama aja karena setiap produk usaha itu yang ingin mereka gapai adalah keuntungan.

“kita sudah bersepakat khususnya di Aceh bahwa riba itu jelas di larang agama, jadi semangatnya dalam mengelolah koperasi syariah yaitu melahirkan kegiatan ekonomi non ribawi,” ujarnya.

Terakait dalam pemodalam koperasi, diskop umk hanya memberikan pembinaan dan permodalan koperasi syariah tetap dalam wilayahnya metodenya akan tetapi semua aturan main tetap di wilayah koperasi, namun kehadiran Diskop hanya akan memberikan pembina mulai dari proses pendirian, penyuluhan dan pemberdayaan, serta pengawasan.

“Disamping itu juga kita ada membina untuk kawan-kawan koprasi dengan mendapat produk-produk yang dihasilkan oleh si koperasi itu, kemudian pemerintah membantu untuk memastikan adanya pasar,” sebutnya.

Dalam kesempat itu, Kamal menyebutkan, ada salah satu koperasi yang ditunjuk untuk membantu para petani pisang, ini bekerja sama dengan semua komoditi pisang untuk diekspor ke Timur Tengah. Kemudian Ia menyampaikan, ada info terbaru bahwa ada salah satu koperasi yang ada di Lhoknga mereka mendirikan SPBU nelayan. Jadi itu salah satu pilot project yang diberikan untuk Aceh berupa pendirian SPBU diwilayah itu.

Kemudian Pihaknya mendengar, ada rencana pada 7 kabupaten di Aceh, lewat surat Kementerian tanggal 15 Februari 2023 ditujukan kepada Kepala Dinas koperasi ke-37 provinsi se-Indonesia. Ini juga program Pemerintah yang direncanakan bisa membantu nelayan untuk pendirian SPBU diharapkan bisa membantu para nelayan.

Untuk koperasi yang go internasional kata Kabid Kelembagaan Diskop dan UKM Aceh, yang binaan provinsi seperti Universitas Syiah Kuala (USK), Koperasi AAC (Budidaya udang) yang ada di Lhoksemawe.

“Kemudian koperasi binaan Kabupaten/kota seperti Bener Meriah terdapat 21 koprasi dan takengon 26 koperasi yang melakukan kegiatan ekspor berupa kopi yang sangat terkanal kopi arabika dengan pangsa pasar Amerika, China dan Eropa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *