Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Generasi Melenial Harus Tahu, Pj Bupati: Rempah Aceh Sejak Dahulu Telah Mendunia

pj Bupati Aceh Tengah
Pj Bupati Aceh Tengah, T. Mirzuan, MT., Saat Mengunjungi Anjungan Aceh Tengah, Kamis petang, (9/11/2023). (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Generasi melenial Aceh harus tau bahwa rempah-rempah Aceh sejak zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka telah mendunia.

Sekitar pukul 16.00 WIB, seseorang keluar dari Gedung B kantor Gubernur Aceh usai menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diluar, dia sudah ditunggu oleh wartawan, dia tidak sombong. Ramah dengan wartawan. Gayanya sederhana. Sesekali ada canda dan tawa.

Padahal Dia telah masuk ke mobil dinasnya, tapi dia keluar, dia mengajak wartawan mengunjungi anjungan daerah yang dia pimpin yang merupakan kabupaten penghasil kopi itu. Sembari bercanda, dia bercerita soal rempah-rempah dan kekayaan budaya daerahnya.

Dia adalah Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tengah, T. Mirzuan, MT., Pria hebat punya konsep yang bagus membangun Aceh Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Pria sederhana itu, berharap pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 ini menjadi momen paling tepat untuk memberikan edukasi kepada generasi muda Aceh, bahwa rempah-rempah Aceh sudah mendunia sejak zaman dahulu, sebelum penjajahan Belanda.

“Generasi kita harus tau, bahwa rempah kita sejak dahulu sudah mendunia,” kata Pj Bupati Aceh Tengah, T. Mirzuan kepada wartawan hariandaerah.com, saat meninjau Anjungan Aceh Tengah, Kamis petang, (09/11/2023).

Sembari berjalan, mengelilingi Stand Aceh Tengah. Mirzuan menjelaskan, bahwa konsep Aceh Tengah yang sangat original bernuansa zaman dahulu dalam mengikuti event PKA ke-8.

“Pada PKA ke-8 ini, konsep kita kental dengan original, suasana masa lampau, aroma rempah-rempah sangat terasa,” jelas Mirzuan.

Aceh Tengah
Pengunjung Saat Berada Didalam Anjungan Aceh Tengah. (Foto: hariandaerah.com/H).

Tak hanya itu, T. Mirzuan juga berharap pada event PKA ke-8 ini, Aceh Tengah masuk dalam nominasi terbaik.

“Pasti. Kita berharap Aceh Tengah masuk nominasi terbaik PKA ke-8,” harap T. Mirzuan.

BACA JUGA:  Peran Literasi Digital Untuk Tingkatkan Penjualan dan Pemasaran di Era Digitalisasi

Anjungan Aceh Tengah pun sore itu menjadi pusat perhatian, diapadati para pengunjung dari berbagai wilayah di provinsi Aceh yang penasaran dengan rempah-rempah dan kebudayaan dari Aceh Tengah.

Bahkan kata T. Mirzuan, pada hari ke-4 Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, suasana terus menjadi semakin meriah.

“Anjungan dari Aceh Tengah telah menjadi daya tarik utama dalam acara ini, mengundang perhatian dan minat sekitar 7.000 pengunjung yang hadir,” ujarnya.

PKA ke-8 ini secara resmi diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung pada Sabtu, (4/11/2023) malam.

Acara pembukaan tersebut dimeriahkan oleh pawai kebudayaan yang melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, menciptakan atmosfer yang penuh semangat dan kebanggaan akan warisan budaya mereka.

Seiring berjalannya waktu hingga mencapai hari ke-4, anjungan Aceh Tengah menjadi sorotan utama dan menjadi tujuan kunjungan utama bagi para pengunjung dari berbagai daerah. Anjungan ini mempersembahkan tema pameran yang memikat berjudul “Rempah dalam Cermin Budaya Gayo.”

Salah satu daya tarik yang paling mencolok adalah “Upuh Ulen-ulen,” yaitu kain khas Gayo yang memiliki makna kain bulan-bulan. Kain ini memikat hati pengunjung dengan motif-motif kerawang yang khas, dengan motif bulan yang mendominasi di tengahnya, menciptakan visual yang memesona.

Aceh Tengah
Pengunjung Menggunakan Ulen-Ulen di Anjungan Aceh Tengah pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, (Foto: hariandaerah.com/H).

Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, Isra Masjida, dengan antusias menjelaskan bahwa para pengunjung secara bergantian berfoto dengan kain adat ini.

Kain khas Gayo, “Upuh Ulen-ulen,” berhasil menarik perhatian dan antusiasme pengunjung untuk mengabadikan momen mereka dengan berfoto menggunakan kain ini.

“Kain Upuh Ulen-ulen menarik perhatian banyak pengunjung yang berbondong-bondong berfoto menggunakan kain ini,” sebutnya.

BACA JUGA:  Warga Beutong Ateuh Banggala Minta Penjabat Bupati Nagan Raya Tuntaskan Permasalah Jaringan

Suasana di anjungan Aceh Tengah penuh dengan sorakan kegembiraan dan ekspresi senang para pengunjung yang memadati tempat ini.

Kain “Upuh Ulen-ulen” memiliki warna dasar yang elegan, yaitu hitam, dengan motif khas yang mencakup warna-warna hijau, putih, dan merah.

Setiap motif pada kain ini memiliki makna budaya yang dalam, seperti kesetiaan, kesatuan, demokrasi, dan nilai-nilai lain yang merupakan bagian penting dari budaya Gayo.

Kain ini dengan bangga menjadi simbol kekayaan budaya Gayo yang kini dipamerkan dalam acara PKA ke-8 ini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dengan sungguh-sungguh menekankan komitmennya dalam menyukseskan pelaksanaan PKA-8 dan memohon dukungan dari semua pihak agar acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Aceh Tengah
Bermacam Jenis Rempah Aceh Tengah yang ditampilkan Pada PKA Ke-8. (Foto: hariandaerah.com/H)

Semarak PKA ke-8 bukan hanya mempererat tali persaudaraan antar wilayah di Aceh, tetapi juga menjadi wadah yang hebat untuk mempromosikan kekayaan budaya yang memadai di daerah ini.

Melalui keseluruhan acara ini, Aceh memancarkan pesona budaya dan warisan yang patut dibanggakan kepada seluruh masyarakat yang hadir.

Pj Bupati Aceh Tengah Mirzuan menyampaikan harapannya agar kebersamaan seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh dalam PKA-8 ini mampu mengembalikan kejayaan Aceh dengan kekayaan rempahnya.

Aceh Tengah turut memamerkan kekayaan rempahnya dengan menampilkan tidak kurang dari 73 jenis rempah pada PKA 8 2023.

“Semoga rempah-rempah yang ada di Aceh ini mendunia kembali, khususnya Aceh Tengah menampilkan sedikitnya 73 jenis rempah pada PKA 8 2023,” harap Mirzuan. (ADV)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *