BREBES – Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan (AMPK) Flyover Kretek resmi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh instansi terkait. Sikap ini diambil lantaran nihilnya tindak lanjut nyata atas kesepakatan hasil Rapat Terbuka bersama Satlantas Polres Brebes dan pengelola jalan yang digelar di Meeting Room Cafe Samasta, Bumiayu, pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu.
Padahal dalam pertemuan tersebut telah disepakati langkah konkret mulai dari pengeprasan pohon berbahaya, pembetonan bahu jalan, pemasangan CCTV dan APJ, hingga rekayasa lalu lintas. Namun hingga kini, tak satu pun pekerjaan fisik terealisasi di lapangan.
Ketua AMPK Flyover Kretek, Dedi Anjar Priyanto, S.E., menyampaikan ultimatum ini dengan tegas kepada awak media, Senin (27/7/2026).
“Kami mencatat seluruh kesepakatan di ruang rapat Cafe Samasta. Jika tidak ada solusi nyata, kami siap mengerahkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen aktivis wilayah selatan untuk melakukan orasi di area Flyover Kretek,” tegasnya.
Dedi menegaskan angka kecelakaan di lokasi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. “Kami menuntut kepastian, bukan janji manis. Jangan sampai persoalan ini selesai di ruang rapat, lalu dilupakan begitu saja,” tambahnya.
Enam Tuntutan Utama Keselamatan
Menghadapi tingginya angka kecelakaan beruntun, AMPK merilis 6 poin tuntutan strategis:
1. Penindakan Tegas Timbangan & Muatan: Pastikan alat timbang berfungsi dan larang keras kendaraan overload (penyebab utama rem blong).
2. Kaji Ulang Kelayakan Armada: Periksa ulang kelaikan angkutan, jangan izinkan kendaraan tua beroperasi.
3. Pemasangan CCTV Menyeluruh: Guna identifikasi cepat kejadian dan pengawasan transparan.
4. Bangun Pengaman & Lebarkan Jalan: Pasang pagar pengaman (bastrop) dan pelebaran di titik rawan.
5. Pisahkan Jalur Kendaraan Besar: Buat jalur terpisah atau jalan lingkar agar truk tidak melintasi flyover.
6. Lengkapi Penerangan Jalan: Pasang PJU memadai di ruas kritis: Flyover Kretek hingga Jalur Penyelamat 1, serta Samsat Bumiayu hingga Jalur Penyelamat 2.
Batas Waktu Hingga 6 Agustus
Jika tuntutan tidak dipenuhi, AMPK berjanji menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Kamis, 6 Agustus 2026 di lokasi. Aksi ini diusung dengan semangat: “Nyawa Tidak Boleh Jadi Tumbal Kelalaian! Flyover Kretek Bukan Kuburan Jalan Raya — Keselamatan Adalah Hak Kami!”
Sementara itu, Penasehat AMPK, Selamet Riyadi, S.H., M.H., menegaskan masalah ini sudah menyentuh perhatian nasional. Keterlambatan pelaksanaan kesepakatan dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik yang tidak bisa dibiarkan. Ia mendesak pihak berwenang segera bertindak konkret sesuai janji yang telah disepakati.








