Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Iskandar Tinjau Kondisi Dermaga Pulau Siumat, Sejuta Harapan Warga kepada Pemerintah Aceh

Anggota DPRA, Ir. Iskandar meninjau kondisi Dermaga Penyeberangan Desa Pulau Siumat, Sabtu (21/02/2026). Foto: ist

SIMEULUE – Dermaga penyeberangan Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue yang telah rusak parah selama lebih dari satu dekade yang kerap dikeluhkan warga setempat, menjadi sorotan perhatian Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Iskandar dalam rangkaian Reses Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Ia secara langsung meninjau lokasi Dermaga tersebut pada Sabtu (21/01/2026), setelah menempuh perjalanan sekitar 11 mil laut menggunakan perahu robin selama kurang lebih dua jam.

Kehadiran putra asli Simeulue tersebut disambut hangat oleh Kepala Desa Pulau Siumat, Kristian, beserta warga yang telah lama menantikan perhatian dari pemerintah. Mereka tidak ragu menyampaikan aspirasi dan harapan mendalam terkait akses vital yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat setempat.

Setelah melihat kondisi dermaga yang memprihatinkan secara langsung, Iskandar menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan ulang fasilitas tersebut hingga ke tingkat Provinsi Aceh.

“Ini perlu mendapat perhatian serius. Sebagai anggota DPR Aceh, saya bertekad akan menyampaikan langsung kepada Panitia Anggaran TAPA di bawah pimpinan Sekda dan Dinas Perhubungan Aceh, baik melalui dana Reguler maupun Pokir,” tegasnya kepada media ini, Senin (23/02/2026).

BACA JUGA:  Izin Galian Lengkap, Warga Desa Air Dingin Ngotot Tutup Akses Menuju Lokasi Material Tanah Timbunan

Kepala Desa Pulau Siumat, Kristian menjelaskan, Dermaga tersebut terakhir direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue pada tahun 2014 hanya dapat dimanfaatkan selama satu tahun sebelum dihantam cuaca ekstrem pada 2015. Sejak itu, kondisinya terus memburuk hingga tidak layak digunakan, bahkan berisiko mengancam keselamatan setiap kali warga ingin bepergian.

“Secara harfiah, dermaga ini adalah jantung kehidupan masyarakat Pulau Siumat,” ujarnya.

Selain menjadi akses utama bagi sebagian besar warga yang bekerja sebagai nelayan, dermaga juga menjadi jalur utama mobilitas menuju Sinabang ibu kota kabupaten untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah. Kendala menjadi semakin berat ketika cuaca tidak mendukung.

“Masyarakat kesulitan jika ingin bepergian keluar pulau, apalagi saat kondisi cuaca buruk yang kerap terjadi di wilayah ini,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kungker ke Simeulue, Danrem 012/Teuku Umar Ziarah Makam Tengku Diujung dan Santuni Yatim

Harapan warga akan perbaikan dermaga kini semakin terbakar setelah kunjungan langsung dari anggota DPRA, Iskandar. Pembangunan pelabuhan penyeberangan tersebut tidak hanya fokus pada struktur dermaga semata, melainkan juga dilengkapi dengan tanggul penahan ombak untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang kerap menghantam wilayah pesisir tersebut.

“Kami berharap kepada Pemerintah Aceh, pelabuhan tersebut dapat dibangun seperti tanggul untuk penahan ombak terutama saat cuaca ekstrem yang sering menyulitkan masyarakat,” harapnya.

Desa Pulau Siumat yang berpenduduk sekitar 150 kepala keluarga tersebar di dua dusun yakni, Dusun Gunung Indah dan Dusun Kawat Berduri terisolasi secara geografis dengan jarak tempuh sekitar 11 mil laut dari Sinabang. (Q) 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *