Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

MAN 1 Kota Payakumbuh Gelar Alek Gadang dan MVC IV

WhatsApp Image 2025 01 24 at 22.39.04
Kepala MAN 1 Kota Payakumbuh, H. Muhammad Suhardi, (Foto: hariandaerah.com/Dioni).

PAYAKUMBUH – Madrasah Vocational Competition (MVC) IV Tahun 2025 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Payakumbuh resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, H. Hendri Yazid, S.Pd.I, M.M., pada Kamis (23/1/2025).

Dalam sambutannya, H. Hendri Yazid memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MVC IV yang telah memasuki tahun keempat ini. Ketua penyelenggara, H. Iswandi, menjelaskan bahwa juara umum akan membawa pulang trofi dan tabungan tunai sebesar Rp2.025.000,-, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Acara ini dihadiri oleh Kabag Kesra Setdako Payakumbuh, Efrizal; Kasi Penmad Kankemenag Kota Payakumbuh, H. Jufrimal; Camat Lamposi Tigo Nagori, perwakilan pemerintah, serta tamu undangan lainnya. Sebanyak 12 cabang lomba digelar, seperti Bidang Studi MIPA, Tahfidzul Qur’an, Cepat Tepat, MSQ, PBB Bertongkat, hingga Solo Song Religi, yang diikuti oleh siswa MTs/SMP sederajat dari Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

Sehari berselang, pada Jumat, 24 Januari 2025, MAN 1 Kota Payakumbuh menggelar acara “Alek Gadang” yang bertajuk Kearifan Lokal dan Modifikasi Makanan Tradisional. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari beberapa mata pelajaran terkait, di antaranya: Sosiologi, Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewirausahaan, Ekonomi, dan Geografi. Kegiatan ini merepresentasikan prosesi adat masing-masing daerah, seperti adat Manjapuik dan Maanta Marapulai, Turun Mandi, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Ketua DPRK Nagan Raya Sebut Pelayan PLN Buruk Saat Bulan Ramadhan

Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa fase F2 (kelas XII) ini didampingi oleh masing-masing walikelas dan guru mata pelajaran terkait. Dengan mengusung adat dari berbagai daerah seperti Sijunjung, Payakumbuh, Bukittinggi, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan, kegiatan diawali dengan pawai arak-arakan yang menampilkan kekhasan masing-masing adat, baik dari segi pakaian maupun perlengkapan yang dibawa.

Iring-iringan tersebut menuju lapangan madrasah untuk menggelar prosesi makan bajamba. Hidangan disajikan sesuai dengan prosesi adat yang ditampilkan oleh masing-masing kelompok.

Ketua panitia, Delvia Nora, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak kehilangan jati dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang berbudaya di tengah arus modernisasi. Sejalan dengan itu,

Kepala MAN 1 Kota Payakumbuh, H. Muhammad Suhardi, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga pembelajaran untuk menumbuhkan semangat berprestasi dan karakter Islami.

BACA JUGA:  Kecamatan Pontang Siap Pasang Badan Menangkan Andra dan Dimyati di Pilhub Banten

Muhammad Suhardi juga mengapresiasi dan mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan event yang perlu dijadikan tolok ukur untuk ke depannya dalam melestarikan adat-istiadat yang mengakar serta mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Di tengah arus modernisasi, kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang berbudaya. Modernisasi bukan berarti meninggalkan akar budaya kita, tetapi justru menjadi momentum untuk memperkenalkan dan melestarikan adat-istiadat kepada generasi mendatang,” ungkap Kepala Madrasah.

Kegiatan ini memberikan pelajaran berharga, baik sebagai individu, sebagai masyarakat, maupun dalam konteks berbangsa secara luas. Kedepannya kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian adat-istiadat yang telah mengakar di masyarakat dalam upaya membentuk jati diri generasi penerus yang berbudaya.

Kedua kegiatan ini diharapkan tidak hanya mencetak generasi berprestasi, tetapi juga memperkuat jati diri generasi muda yang berbudaya dan berkarakter Islami.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *