TANGGAMUS, HARIANDAERAH.COM — Ada banyak cara membangun kedekatan dengan masyarakat. Tidak selalu harus melalui forum besar atau seremoni yang penuh protokoler. Kadang, duduk bersama, memperkenalkan diri, berbincang dengan tokoh masyarakat, lalu menyampaikan pesan penting justru menjadi cara sederhana yang memiliki makna.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) saat melaksanakan silaturahmi bersama sejumlah tokoh masyarakat dan kepala pekon di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Salah satu agenda tersebut berlangsung di Balai Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Minggu (30/8/2026).
Kehadiran Pasis SESKOAD menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Suasana pertemuan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, dengan para peserta duduk bersama dalam satu ruang, saling berbincang dan bertukar pandangan.
Tidak tampak jarak yang kaku dalam pertemuan tersebut. Para Pasis SESKOAD bersama pemerintah pekon dan tokoh masyarakat larut dalam suasana silaturahmi. Hidangan sederhana yang tersaji di tengah ruangan turut melengkapi pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Pendim Kodim 0424/Tanggamus, Lettu Inf Yudi Pinalosa, selaku Pasi Intel Kodim 0424/Tanggamus, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komunikasi dan silaturahmi antara Pasis SESKOAD dengan unsur pemerintahan pekon serta masyarakat.
Menurutnya, pertemuan secara langsung seperti ini memiliki nilai penting dalam membangun komunikasi dan memperkuat sinergitas. Selain menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Pasis SESKOAD juga menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Edukasi tersebut menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mencegah kebakaran yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Lettu Inf Yudi Pinalosa menjelaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, aparat, tokoh masyarakat maupun warga memiliki peran masing-masing dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api.
Pesan pencegahan itu menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Pencegahan memang selalu lebih baik daripada harus berjibaku ketika api sudah membesar. Karena itu, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi Karhutla sejak dini.
Pertemuan di Pekon Tanjung Jati pun menjadi gambaran bagaimana semangat kebersamaan dapat dibangun dari ruang yang sederhana. Aparat, pemerintah pekon, tokoh masyarakat dan warga duduk dalam satu suasana untuk membicarakan hal yang menyangkut kepentingan bersama.
Silaturahmi bukan sekadar datang dan memperkenalkan diri. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi jembatan untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan dan menyatukan langkah dalam menjaga wilayah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergitas antara Pasis SESKOAD, Kodim 0424/Tanggamus, pemerintah pekon, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat. Sebab ketika kepedulian tumbuh bersama, menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla bukan lagi menjadi tugas satu pihak, melainkan menjadi semangat bersama. ( Davit )








