BREBES – Proses pemulangan jemaah haji Kloter SOC 8 asal Kabupaten Brebes berlangsung aman dan terkendali. Dalam penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6408 rute Jeddah menuju Bandara Adi Soemarmo Solo, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) bersama Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes terus menunjukkan dedikasi tinggi dengan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal sepanjang perjalanan udara.
Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Raja Abdulaziz Jeddah pada Jumat (5/6/2026) pukul 14.00 waktu setempat, dan dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Soemarmo Solo pada Sabtu (6/6/2026) pukul 07.15 WIB. Selama perjalanan belasan jam tersebut, para petugas tidak beristirahat sepenuhnya, melainkan terus memantau kondisi fisik seluruh jemaah, dengan fokus utama pada kelompok lanjut usia (lansia) dan jemaah berisiko tinggi (risti) yang memerlukan perhatian lebih intensif.
Azmi Asmuni Majid, salah satu petugas PHD Kabupaten Brebes, menjelaskan kepada awak media hariandaerah.com melalui sambungan telepon saat pesawat transit di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, dini hari tadi, bahwa pemantauan dilakukan secara berkala dan menyeluruh.
“Kami melakukan kontrol kondisi umum, mengukur tekanan darah khusus bagi jemaah dengan riwayat hipertensi, serta memastikan kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Kami juga mengedukasi jemaah untuk melakukan gerakan ringan selama duduk guna menjaga kelancaran sirkulasi darah. Jika ada yang mengeluh kelelahan, pusing, atau gangguan kesehatan lain, kami langsung sigap memberikan pertolongan dan pelayanan,” ungkap Azmi.
Dokter Naely Sofia, bersama tim kesehatan lainnya yakni Gandar Apriliyandi dan Supardi, menegaskan bahwa tanggung jawab pelayanan kesehatan tidak berakhir saat rangkaian ibadah selesai. Justru pada fase pemulangan seperti ini, pengawasan menjadi sangat krusial mengingat sebagian besar jemaah telah mengalami kelelahan fisik akibat aktivitas ibadah yang cukup berat di Tanah Suci. Oleh karena itu, kelompok lansia dan risti menjadi prioritas utama agar perjalanan pulang tetap aman dan sehat.
Suasana di dalam kabin pesawat terasa tertib, tenang, dan penuh rasa syukur. Wajah-wajah jemaah tampak bahagia dan lega karena telah menyelesaikan seluruh rukun dan rangkaian ibadah haji dengan lancar, serta tak sabar menanti momen pertemuan kembali dengan keluarga tercinta di tanah air. Di sela-sela perjalanan, tim kesehatan dan PHD juga terus berkoordinasi erat dengan Ketua Kloter Karwono, Pembimbing Ibadah Ratoni, serta awak kabin pesawat guna memastikan seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.
Kegigihan dan dedikasi para petugas ini menjadi bukti nyata komitmen pelayanan haji yang menyeluruh, mulai dari tahap keberangkatan, pendampingan di Tanah Suci, hingga proses pemulangan kembali ke kampung halaman. Berkat pemantauan kesehatan yang berkesinambungan ini, diharapkan seluruh jemaah Kloter SOC 8 Kabupaten Brebes dapat tiba di Solo dan selanjutnya kembali ke Brebes dalam keadaan sehat walafiat, selamat, serta membawa pulang amal ibadah yang diterima Allah SWT atau haji yang mabrur.
Apresiasi mendalam atas pelayanan ini disampaikan oleh Faizin, salah satu jemaah asal Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada TKHI, PHD, dan seluruh petugas kloter yang tanpa mengenal lelah mendampingi hingga akhir perjalanan.
“Pelayanan yang kami terima ini sangat luar biasa. Ini adalah wujud nyata ikhtiar bersama untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, sehat, dan berkesan bagi kami semua jemaah asal Brebes,” ujar Faizin penuh rasa syukur.














