Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pengguna Jalan Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek SR di Jalan Elak, Debu dan Jalan Licin Ganggu Keselamatan

20260525 162242
Kondisi jalan elak depan proyek Sekolah Rakyat saat kondisi hujan. hariandaerah.com/foto. ist

LHOKSEUMAWE — Aktivitas pembangunan Proyek Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Jalan Elak, Desa Jeulikat, Kota Lhokseumawe, menuai keluhan dari pengguna jalan. Ruas jalan yang berada tepat di depan area proyek disebut mengalami tumpahan tanah yang diduga berasal dari aktivitas keluar-masuk kendaraan proyek. pembangunan tersebut diketahui dikerjakan PT Wijaya Karya (wika)  (Persero) TTbk(26/5/26)

Sejumlah warga dan pengguna jalan menilai kondisi tersebut mulai berdampak pada kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Saat hujan, permukaan jalan dilaporkan berubah menjadi licin akibat campuran tanah dan air, sementara ketika cuaca panas, debu beterbangan hingga mengganggu mata pengendara sepeda motor.

Keluhan juga datang dari pengguna kendaraan roda empat. Salah seorang sopir Innova Andri yang ditemui di lokasi mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan belum terlihat penanganan yang optimal.

BACA JUGA:  Gelar Monitoring, Satgas Pangan Polres Simeulue Pastikan Stok BBM Aman Hingga Dua Bulan ke Depan

“Saya tadi menuju SPBU lewat jalan itu. Setelah melewati depan proyek, bodi mobil berubah warna jadi kuning karena tanah campuran air yang terbawa aktivitas truk keluar masuk. Ini sangat mengganggu pengguna jalan. Di lokasi lain biasa saja, kondisi seperti ini tidak sampai terjadi,” ujarnya.

Menurut pengguna jalan, kondisi badan jalan yang kotor seharusnya dapat diminimalkan melalui pengelolaan aktivitas proyek yang lebih tertib. Mereka berharap pelaksana pekerjaan segera melakukan langkah pengendalian seperti pembersihan rutin badan jalan, penyiraman untuk menekan debu, serta memastikan kendaraan proyek tidak membawa material yang tercecer ke jalan umum.

BACA JUGA:  Dukung Program Nasional, Wali Kota Langsa Hadiri Rakornas 2026

Warga juga menilai persoalan ini tidak semata menyangkut kenyamanan, tetapi telah menyentuh aspek keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jam sibuk dan saat intensitas hujan meningkat.

Saat diupayakan melakukan konfirmasi kepada BJ wika selaku pihak pelaksana proyek Sekolah Rakyat, wartawan sempat menanyakan kepada Fredy mengenai pihak yang dapat memberikan keterangan terkait proyek tersebut. Fredy menyampaikan bahwa konfirmasi dapat dilakukan melalui dirinya pria asal Jawa Tengah. Namun, setelah dilakukan upaya konfirmasi lanjutan, hingga berita ini ditayangkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *