KOTA LANGSA – Pihak manajemen PLN Langsa menyebutkan jika tuntutan HMI dalam demonstrasi tidak mendasar. Bahkan manajemen PLN sudah membalas agitasi ke-I HMI beberapa waktu sebelumnya.
Sedangkan Kapolres Langsa, AKBP Mughi Prasetyo didampingi Wakapolres Langsa memberikan tanggapan terhadap demonstrasi HMI Cabang Langsa sesuai dengan tuntutan dalam isi Agitasi mereka.
Manajer PLN UP3 Langsa, Indradi Pratama melalui Humasnya Zulfahmi Akbar memberikan keterangan kepada awak media terkait dengan tuntutan HMI Cabang Langsa, Senin (05/05/2025) sore.
Berikut beberapa poin keterangan Humas PLN:
1. Tuntutan HMI itu tidak mendasar. Kompensasi yang diberikan oleh PLN sesuai aturan dan ada prosedurnya. Kompensasi ini tidak hanya di Kota Langsa, tapi berlaku secara Nasional karena PLN adalah BUMN.
2. Adanya intimidasi kepada HMI itu tidak benar dan tidak ada. Apa yang kita lakukan itu sifatnya koordinasi saja untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang ada.
3. Terkait pengelolaan dan pemberian dana CSR, PLN Langsa sifatnya mengumpulkan proposal yang masuk dan meneruskan. Tinggal teman-teman di wilayah dan Pusat untuk menentukan.
4. PLN Cabang hanya menerima proposal yang diusulkan lembaga, kemudian kita kirimkan ke kantor wilayah atau UID. Setelah itu baru dikirim ke Pusat dan mereka yang menentukan semua, mana yang bisa disalurkam dan mana yang tidak bisa disalurkan, karena selaku BUMN kita memeiliki ketentuan dan setiap tahunnya CSR yang diberikan sesuai dengan program yang sudah ditentukan dari Pusat dan kita tinggal mengikuti alur.
5. Dana CSR Tahun 2025 kita belum tahu karena sampai sekarang belum dapat informasi dari Pusat, karena harus ada pengajuan terlebib dahulu. Untuk Tahun 2024 di PLN Langsa hanya untuk bantuan Ikan Asin bagi kelompok masyarakat di Desa Sungai Lueng Kecamatan Langsa Timur.
6. Terkait PLN Langsa lebih memberikan bantuan CSR kepada lembaga-lembaga bentukan oknum atau internal PLN sendiri itu tidak benar, boleh diperiksa dan dicek jika ada masyarakat yang tidak percaya.
7. Selain CSR, PLN juga mempunyai Yayasan Baitul Mal (YBM) dan itu dananya untuk kegiatan sosial, khususnya bagi fakir miskin dan anak yatim.
Sementara itu, Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo yang berhadir dalam aksi demo HMI menyampaikan bahwa terkait apa yang disampaikan oleh para mahasiswa, pihaknya harus terlebih dahulu melakukan pengumpulan bukti untuk melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan.
“Mungkin selama ini belum ada laporan atau aduan yang dilayangkan kepada kami. Sepengetahuan saya terkait permasalahan yang ada di PLN, namun apa yang menjadi kemauan dari rekan mahasiswa akan kami hargai,” ucap Kapolres Langsa.
“Terkait silaturahmi yang dilakukan oleh PLN Langsa dengan Polres Langsa, saya sampaikan bahwa tidak ada poin-poin pembahasan dibelakang mengenai apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan hanya silahturahmi biasa antara sesama pelayan masyarakat,” pungkas AKBP Mughi Prasetyo.














