Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Prajurit Kodam IM bawa Logistik ke Daerah Terputus Akses di Aceh Tenggara

WhatsApp Image 2025 12 09 at 15.40.49
Prajurit Kodim 0108/Agara memikul bantuan logistik melintasi medan pegunungan terjal menuju Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, yang terisolir akibat bencana. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga terdampak. (Foto: Pendan IM).

ACEH TENGGARA — Dengan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama, prajurit Kodim 0108/Aceh Tenggara di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda menembus medan berat pegunungan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana di Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara. Aksi kemanusiaan ini dilakukan pada Selasa (9/12/2025) sebagai bukti nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat saat masa-masa sulit.

Desa Rumah Bundar dan sejumlah dusun di sekitarnya terisolasi akibat akses jalan terputus pascagempa dan longsor. Tidak ada kendaraan yang dapat menjangkau lokasi, sehingga pendistribusian bantuan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Para Babinsa harus menempuh jalur terjal, menanjak, dan licin dari titik terakhir yang dapat dilalui kendaraan untuk mencapai permukiman warga.

Para prajurit membawa berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting, antara lain satu ton beras, 25 dus mi instan, 15 papan telur, 5 dus susu, 2 dus sarden, sepuluh koli pakaian layak pakai, dan sejumlah kebutuhan harian lainnya.

BACA JUGA:  Bank Aceh Syariah Era Mualem, Pengamat Ekonomi: Transformasi, Profesionalisme Lembaga Keuangan Daerah

Sebanyak sekitar 90 personel TNI dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini, dipimpin langsung oleh Dandim 0108/Agara dan dibantu sekitar 30 warga lokal. Mereka menempuh perjalanan sekitar dua jam berjalan kaki dari Desa Simpur menuju Desa Rumah Bundar, melintasi rute yang sulit dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Setibanya di lokasi, kehadiran para prajurit disambut penuh harap oleh warga. Bantuan yang dibawa bukan hanya memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga memberikan rasa aman, dukungan moral, serta semangat bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana. Bagi warga, kehadiran Babinsa menjadi simbol bahwa mereka tidak ditinggalkan dan tetap mendapat perhatian dari negara.

Semangat pengabdian para prajurit ini menjadi wujud nyata motto TNI untuk Rakyat. Meski menghadapi medan ekstrem, para Babinsa tetap rela memikul bantuan dengan berjalan kaki demi memastikan seluruh logistik sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Bagi mereka, tugas ini bukan sekadar kewajiban, melainkan panggilan kemanusiaan.

BACA JUGA:  Dari Warung ke Wisata, QRIS Dorong Aceh Menuju Ekonomi Digital Tanpa Tunai

Kodam Iskandar Muda memastikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana akan terus digencarkan selama diperlukan. Seluruh jajaran, mulai dari Kodim hingga Babinsa, siap berada di garis depan membantu warga, terutama di daerah-daerah terpencil dan terisolasi.

Semoga upaya ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi teladan solidaritas dan kepedulian di tengah situasi darurat bencana.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *