Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Sinergi Shanty Alda – PLN Peduli: Wujudkan Aspirasi Warga, Bangun Talud Penahan Luapan Air Sungai Soga

IMG 20260904 172358
Pembangunan talud penahan luapan air dan normalisasi saluran irigasi Sungai Soga, Dukuh Lombang, Desa Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes — Program TJSL 2026 PLN Peduli, hasil aspirasi Anggota DPR RI Shanty Alda Nathalia.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES — Komitmen nyata dalam mengawal aspirasi masyarakat ditunjukkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia. Melalui sinergi bersama PT PLN (Persero), program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026 dengan kegiatan Pembangunan Talud dan Normalisasi Saluran Irigasi Sungai Soga, Dukuh Lombang, Desa Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, resmi direalisasikan. Pembangunan sarana prasarana ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur desa sekaligus mengantisipasi ancaman luapan air dan banjir yang kerap melanda area pesawahan dan pemukiman warga setempat.

Pembangunan talud dan normalisasi saluran irigasi Sungai Soga ini merupakan wujud nyata kepedulian Shanty Alda Nathalia yang duduk di Komisi XII DPR RI, dalam merespons kebutuhan mendasar konstituennya di Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX. Dengan adanya struktur penahan tanah yang kokoh di bantaran aliran air, potensi erosi tanah kini dapat diminimalisir secara signifikan, sekaligus memberikan rasa aman bagi mobilitas warga sehari-hari — utamanya para petani yang mengandalkan lahan persawahan di sekitar aliran sungai tersebut.

Normalisasi Saluran Irigasi Sungai Soga atau Sungai Tengah di Dukuh Lombang ini mencakup sepanjang hampir 1 kilometer, yang selama ini menjadi sumber keresahan warga setiap kali musim penghujan tiba.

BACA JUGA:  Kapolres Brebes Tinjau Wisata Pantai dalam Operasi Ketupat Candi 2026, Jamin Keselamatan Libur Lebaran

Salah satu tokoh masyarakat setempat yang juga menjabat sebagai Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tanjung, Darim, S.H., ketika dijumpai awak media di lokasi pembangunan talud, Jumat (4/9/2026), menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menegaskan bahwa pembangunan dan normalisasi ini adalah jawaban atas keluhan warga yang sudah bertahun-tahun menanti solusi.

“Kami selaku perwakilan masyarakat sekaligus kader partai di tingkat kecamatan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Shanty Alda Nathalia dan PLN Peduli. Sinergi ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji-janji. Selama ini luapan air sungai ini sering merendam persawahan dan pemukiman warga, sehingga hasil panen sering terancam. Talud ini sangat vital untuk mengantisipasi banjir, sehingga warga kini tidak was-was lagi saat musim penghujan tiba. Semoga ini menjadi awal perbaikan infrastruktur pertanian di wilayah kami secara berkelanjutan,” tutur Darim.

Kurdi (65), warga masyarakat lingkungan RT 02/RW 05, menyambut baik pembangunan talud dan normalisasi saluran irigasi sungai tersebut. Ia mengaku, tiap kali musim hujan pasti terdampak banjir dan sudah puluhan tahun terjadi seperti ini terus.

BACA JUGA:  Perselisihan Antar Mahasiswa Barsela dan Gayo Berakhir Damai, Ini Kata Kapolresta Banda Aceh

“Tiap kali musim hujan pasti terdampak banjir, dan sudah puluhan tahun kami alami. Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya normalisasi Sungai Soga atau Sungai Tengah yang berlokasi di Dukuh Lombang, Desa Kemurang Kulon, masalah tersebut dapat teratasi,” ujar Kurdi.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya infrastruktur talud penahan luapan air sungai ini dan normalisasi saluran irigasi, para petani bisa menanam dengan tenang dan tidak was-was akan terkena banjir. Kami warga masyarakat Desa Kemurang Kulon, utamanya warga RW 05, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Shanty Alda Nathalia, Anggota DPR RI Komisi XII, atas aspirasinya dan terima kasih kepada pihak PLN Peduli,” tambahnya.

Melalui program kemitraan TJSL ini, PLN bersama Anggota DPR RI Shanty Alda Nathalia berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas hidup, keselamatan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pedesaan secara merata. Langkah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar-pemangku kepentingan mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi warga secara langsung.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *