Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Rektor UIN Suna Lhokseumawe. Apresiasi Kemenag: Kurikulum Cinta Wujudkan Pendidikan Moderat dan Inklusif

IDUP04253034250738189
Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), di Asrama Haji Sudiang Makassar,

LHOKSEUMAWE – Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), di Asrama Haji Sudiang Makassar,Kurikulum ini merupakan inovasi dalam sistem pendidikan keagamaan yang menitikberatkan pada nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis, serta ditujukan untuk diterapkan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.(26/07/25)

Kurikulum Berbasis Cinta digagas sebagai respons atas berbagai krisis kemanusiaan dan sosial yang terus berulang. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun hegemoni sosial yang harmonis, dengan menekankan titik temu antarumat, bukan perbedaan.

“Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tanpa sadar menanamkan kebencian kepada yang berbeda. Pendidikan harus jadi pintu masuk perubahan sosial yang mendalam dan tahan lama,” tegas Menag.

Peluncuran KBC ini ditandai dengan penyerahan panduan Kurikulum Cinta kepada sejumlah guru sebagai langkah awal implementasi. Kurikulum ini diharapkan mampu mengintegrasikan nilai cinta dan kasih sayang tidak hanya dalam pelajaran agama, tetapi juga lintas mata pelajaran, menjadikan pendidikan lebih humanis dan inklusif.

BACA JUGA:  Strategi Bulog Bertahan Saat inflasi

Prof. Dr. Danial, M.Ag., Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, menyambut baik peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh Kementerian Agama RI. Kurikulum ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kasih sayang, toleransi, serta kepedulian sosial dan ekologis.

UIN Sultanah Nahrasiyah siap mendukung implementasi KBC dalam lingkungan kampus dan jejaring pendidikan mitra. Kami percaya, pendidikan berbasis cinta akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi yang damai, beradab, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, nilai-nilai cinta dan kasih sayang yang diusung dalam kurikulum ini sangat sejalan dengan visi moderasi beragama yang terus diperkuat oleh Kementerian Agama. IAIN Kendari, lanjut Prof. Danial, siap menjadi bagian dari gerakan nasional ini dengan mendukung penuh sosialisasi dan implementasi KBC di lingkungan kampus dan mitra sekolah.

BACA JUGA:  Zikir dan Doa Bersama Wafatnya Tu Sop Awali Malam Pesona Pesisir Timur Aceh

Selain para pimpinan PTKIN, hadir pula Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. H. M. Suyitno, M.Ag., Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenag, serta para akademisi dan tenaga pendidik yang menyaksikan secara luring dan daring.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama akan menggelar program sosialisasi dan pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik agar mampu mengimplementasikan kurikulum ini secara efektif, termasuk penyesuaian metode pembelajaran, materi ajar, serta penyediaan fasilitas pendukung.

Dengan hadirnya Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan pendidikan keagamaan di Indonesia mampu melahirkan generasi yang inklusif, cinta damai, dan memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *