BANDA ACEH — Di tengah rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Aceh, sekelompok warga membentuk gerakan relawan kemanusiaan bernama Aceh Solidarity Squad (ASS). Gerakan ini lahir dari keprihatinan atas kondisi korban bencana serta kebutuhan penanganan yang cepat dan terorganisir di lapangan.
Aceh Solidarity Squad menjadi wadah solidaritas masyarakat Aceh lintas profesi dan latar belakang. Relawan yang tergabung berasal dari berbagai bidang, mulai dari relawan lapangan, logistik, sosial, pendidikan, hingga kesehatan dan pendampingan psikososial, yang siap terlibat dalam tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Sekretaris Jenderal Aceh Solidarity Squad, Nasri Saputra, mengatakan kepada Hariandaerah.com. ASS dibentuk sebagai respons atas realitas keterbatasan penanganan di wilayah terdampak bencana. Menurut dia, solidaritas masyarakat perlu digerakkan secara nyata, bukan sekadar disuarakan.
“Nama Aceh Solidarity Squad dipilih karena mengandung makna yang kuat. Aceh adalah identitas, solidarity adalah semangat kebersamaan, dan squad melambangkan tim yang sigap serta siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” ujar Nasri, yang akrab disapa Poen Check.
Nasri menegaskan ASS berdiri di atas nilai gotong royong, keikhlasan, dan kemanusiaan, tanpa membawa kepentingan politik maupun orientasi keuntungan. ASS berkomitmen hadir sebagai penguat masyarakat saat negara memiliki keterbatasan jangkauan.
Saat ini, kepengurusan Aceh Solidarity Squad masih dalam tahap penyempurnaan. ASS telah menunjuk Zulhadi sebagai Koordinator Pusat serta membentuk koordinator di 23 kabupaten dan kota di Aceh. Selain itu, ASS juga menyiapkan pembentukan perwakilan di Jakarta dan luar negeri untuk menghimpun dukungan masyarakat Aceh di perantauan.








