Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

PorosDemokrasi.com Hilang dari Google Usai Serangan DDoS, Alarm Serius bagi Kebebasan Pers

Media online porosdemokrasi.com dilaporkan hilang dari hasil pencarian Google.
Media online porosdemokrasi.com dilaporkan hilang dari hasil pencarian Google.

Jakarta – Media online porosdemokrasi.com dilaporkan hilang dari hasil pencarian Google setelah sebelumnya mengalami serangan DDoS berkepanjangan selama hampir enam bulan. Serangan tersebut menyebabkan gangguan serius terhadap operasional situs hingga akhirnya tidak lagi terindeks di mesin pencari.

Peristiwa ini bukan sekadar gangguan teknis. Ini adalah sinyal keras bahwa ruang demokrasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Ketika media yang kritis terhadap kekuasaan mengalami serangan, dibungkam secara sistematis, lalu menghilang dari ruang publik digital, publik patut bertanya: siapa yang diuntungkan?

Di saat yang sama, berbagai persoalan nyata di lapangan terus terjadi. Rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, akses pekerjaan semakin sempit, infrastruktur rusak, dan penanganan korban bencana belum merata. Kasus korupsi tetap muncul tanpa henti. Namun suara-suara kritis justru melemah atau menghilang, (4/5).

BACA JUGA:  Ahmad Danion Temu Rama Dengan Insan Pers, Bahas PAD Simeulue

Ironisnya, sebagian media justru terdorong untuk menyajikan narasi yang aman dan memuji, bukan mengkritisi. Ini menciptakan ilusi stabilitas, sementara realitas di lapangan berkata sebaliknya.

Lembaga legislatif seperti DPR RI juga dinilai tidak menunjukkan sikap tegas. Alih-alih menjadi pengawas kekuasaan, mereka terlihat diam di tengah berbagai persoalan yang menyentuh kepentingan publik.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kebebasan pers bukan hanya terancam, tetapi bisa perlahan hilang tanpa disadari. Demokrasi tidak runtuh dalam satu malam. Ia melemah sedikit demi sedikit, saat kritik dibungkam dan kebenaran dipinggirkan.

BACA JUGA:  Kota Langsa Raih Kualitas Tinggi Pelayanan Publik Ombudsman RI Tahun 2025

Perlu diingat, kekuasaan bukanlah sesuatu yang abadi. Sejarah menunjukkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Ketika suara rakyat diabaikan, ketika keadilan diabaikan, maka kepercayaan publik pun akan runtuh. Dan ketika itu terjadi, tidak ada kekuasaan yang cukup kuat untuk menahannya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *