LHOKSEUMAWE — Ma’had Ta’limul Qur’an (MATAQU) Utsman bin ‘Affan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 52 santri lulusan tahun akademik 2024/2025 berhasil menembus berbagai perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.(18/07/25)
Di antara para lulusan tersebut, 14 santri diterima di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) unggulan seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, hingga UIN Walisongo Semarang. Mereka diterima pada jurusan bergengsi seperti Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Bahasa Arab, Ekonomi Syariah, hingga Informatika.
Tak hanya di kampus keislaman, MATAQU juga mencetak sejarah lewat keberhasilan salah satu santrinya diterima di program Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala (USK), salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia. Sebelumnya, tiga santri MATAQU telah lebih dulu menempuh studi Kedokteran di Universitas Malikussaleh (UNIMAL).
Secara keseluruhan, lebih dari 20 santri tahun ini berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit, termasuk UNY Yogyakarta, UNIMAL, Politeknik Lhokseumawe, dan USK. Mereka tersebar di berbagai program studi, dari Teknik Sipil, Teknik Mesin, Lingkungan, hingga Agribisnis, Psikologi, dan Hukum. Bahkan, dua santri lainnya diterima di Poltekkes Banda Aceh.
Menembus Kampus Luar Negeri
Tak berhenti di dalam negeri, prestasi santri MATAQU turut mengharumkan nama almamater di kancah internasional. Tahun ini, enam santri berhasil lulus seleksi masuk Universitas Al-Azhar, Mesir—lima melalui jalur resmi Kementerian Agama dan satu melalui jalur non-Kemenag.
Selain itu, tiga santri lainnya diterima di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan beasiswa penuh, serta di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Al-Qur’an sebagai Fondasi Prestasi
Direktur MATAQU Utsman bin ‘Affan, Azhar Ibrahim, SQ, M.Pd dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para santri. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an menjadi fondasi utama pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan semangat juang para santri untuk bersaing di berbagai bidang keilmuan.
“Ini bukan hanya tentang lulus di kampus unggulan, tapi juga pembuktian bahwa santri dengan latar belakang tahfiz dan ilmu agama bisa bersaing di bidang sains, teknologi, hingga kedokteran. Semoga ini jadi motivasi untuk adik-adik kelas mereka di MATAQU,” ujarnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an mampu melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi di level nasional maupun global.








