TANGERANG,, — Camat Sepatan, Aan Ansori, S.IP., M.Si., membuka secara resmi Lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) Desa/Kelurahan tingkat Kecamatan Sepatan. Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kecamatan Sepatan, Kepala Puskesmas Sepatan, serta para Ketua TP-PKK desa dan kelurahan se-Kecamatan Sepatan.
Dalam sambutannya, Camat Aan Ansori menekankan bahwa GSI merupakan upaya strategis pemerintah kecamatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi semua pihak dalam menekan angka risiko kesehatan pada ibu hamil, ibu melahirkan, dan balita.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Sepatan, Ny.Eneng Syarifah Ansori memberikan penjelasan lebih tegas mengenai pentingnya gerakan tersebut. Ia menegaskan bahwa GSI bukan hanya program tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan yang harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh desa dan kelurahan.
“Kami ingin menegaskan bahwa Gerakan Sayang Ibu adalah bentuk komitmen nyata kita dalam menjaga kesehatan dan keselamatan para ibu. Setiap desa dan kelurahan harus mampu menunjukkan keseriusan melalui program dan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis (27/11).
Ia juga menambahkan bahwa PKK Kecamatan akan memantau secara ketat pelaksanaan kegiatan di tingkat desa dan kelurahan, terutama terkait edukasi kesehatan ibu, pendampingan ibu hamil, pemenuhan gizi, dan peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya peran ibu dalam pembangunan masyarakat.
“Jangan hanya fokus pada persiapan lomba. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini benar-benar berjalan, berdampak, dan dirasakan manfaatnya oleh para ibu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sepatan turut mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang terus menguat dalam mendukung program GSI. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Lomba GSI tingkat kecamatan kali ini menilai berbagai indikator, mulai dari partisipasi masyarakat, inovasi kegiatan, hingga keberhasilan program yang berorientasi pada kesehatan ibu.














