Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Soroti Jalan Parerejo – Belitarejo Gadingrejo, Trinusa Bersurat ke Dinas PU Pringsewu

Soroti Jalan Parerejo - Belitarejo Gadingrejo, Trinusa Bersurat ke Dinas PU Pringsewu IMG 20231206 WA0004
Ketua LSM DPC Trinusa Kabupaten Pringsewu Abdul Manaf saat melakukan investigasi. (Ist)

PRINGSEWU – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara (Trinusa) Indonesia Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Kabupaten Pringsewu resmi melayangkan surat ke dinas pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Pringsewu.

Surat dikirim merupakan tindak lanjut dari hasil temuan investigasi Pengerjaan proyek pelebaran pengerasan ruas jalan Pekon Parerejo – Belitarejo Kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu oleh LSM tersebut, dimana diduga proyek dikerjakan serampangan.

Tertulis beberapa hal terkait hasil investigasi proyek pelebaran pengerasan ruas jalan parerejo – Belitarejo, diduga tidak sesuai standar terlebih tidak dilengkapi dengan papan nama informasi proyek sehingga Pagu anggaran pada pekerjaan tersebut terkesan tidak ada keterbukaan publik.

Selain itu, Trinusa juga menjelaskan bahwa ada pelebaran jalan tidak sesuai dengan spesifikasi, setelah dilakukannya pengukuran, pada lebar jalan tersebut dilakukan hanyalah 70 cm, termasuk juga dengan kedalaman hanya 18 cm.

” Untuk itu, kami meminta kepada Dinas PU PR untuk melakukan audiensi tatap muka bersama kami dalam melakukan klarifikasi terkait dengan perihal tersebut, “ungkap Abdul Manaf ketua DPC LSM Trinusa via surat yang diterima media ini, Rabu (6/12/23).

Trinusa berharap, supaya Dinas PU PR kabupaten dapat membalas surat, menentukan hari dan tanggal untuk melakukan tatap muka.

” Besar harapan kami agar PUPR membuka ruang untuk kami audensi, “pungkasnya.

Sebelumnya, Miris diduga dikerjakan serampangan proyek peningkatan pelebaran jalan Parerojo – Belitarejo di kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Triga Nusantara (Trinusa) Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Trinusa Kabupaten Pringsewu Abdul Manaf menyampaikan, selain tidak ditemukannya papan informasi pekerjaan, pekerjaan tersebut diduga menggunakan batu tidak sesuai standar.

Menurut dia, batu yang dipakai oleh pihak rekanan ternyata batu sabes. Dimana seharusnya memakai batu split agar hasil dari pekerjaan tersebut dapat menghasilkan kualitas jalan yang maksimal.

Sementara pada volume penggalian hanya berukuran 70 cm, dengan kedalaman hanya 18 cm.

” Kami LSM Trinusa menemukan pekerjaan pelebaran jalan ini ukurannya hanya 70 cm, dan kedalamannya hanya 18 cm, “ungkap Abdul Manaf, Rabu (6/12/23).

Menurut Abdul Manaf, pihaknya akan menolak untuk di PHO, bilamana pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB.

” Seharusnya papan informasi pekerjaan dipasang, sehingga masyarakat bisa mengetahui asal pekerjaan itu dari mana, apakah dari Pemda ataupun dari provinsi, “papar Abdul Manaf.

“Saya menilai kualitas pekerjaan jalan ini kurang maksimal, “tutupnya.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor belum berhasil dikonfirmasi sebab tidak dipasangnya papan informasi menyulitkan awak media untuk mengetahui pelaksana proyek. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *