Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

USK Jadi Pionir di Indonesia Bergabung dengan Planetary Health Report Card

Langkah penting ini ditandai dengan kegiatan pengenalan PHRC di Fakultas Keperawatan USK pada Selasa (30/9/2025).

IMG 20251002 WA0023
Kegiatan pengenalan PHRC di Fakultas Keperawatan USK

Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) resmi mencatat sejarah sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang bergabung dengan Planetary Health Report Card (PHRC), sebuah inisiatif global berbasis mahasiswa yang menilai komitmen institusi kesehatan terhadap keberlanjutan dan kesehatan planet.

Langkah penting ini ditandai dengan kegiatan pengenalan PHRC di Fakultas Keperawatan USK pada Selasa (30/9/2025).

Acara tersebut menghadirkan pemaparan konsep Planetary Health sebagai paradigma baru pendidikan oleh Ners Noraliyatun Jannah, M.Kep., serta presentasi tim mahasiswa PHRC USK yang dipimpin oleh Denni Mulyani, S.Kep.

Mereka menjelaskan lima domain penilaian serta rencana implementasi di tingkat fakultas dan universitas.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dunia tengah menghadapi triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Ketiga isu tersebut disebut sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat di abad ini.

Sayangnya, integrasi pendidikan terkait planetary health masih sangat terbatas dalam kurikulum profesi kesehatan.

Kehadiran PHRC yang lahir pada 2019 di University of California San Francisco (UCSF) kemudian menjadi terobosan global.

BACA JUGA:  Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh, Simbol Konsistensi dalam Bertransformasi

Hingga kini, lebih dari 188 institusi pendidikan di 22 negara telah bergabung dalam jejaring tersebut.

Instrumen PHRC menilai komitmen institusi berdasarkan lima domain utama: kurikulum kesehatan planet, penelitian interdisipliner kesehatan-lingkungan, penjangkauan masyarakat dan advokasi, dukungan terhadap inisiatif mahasiswa, serta kebijakan keberlanjutan kampus.

Dengan bergabungnya USK, Indonesia untuk pertama kalinya hadir dalam jaringan global PHRC. Implementasi program ini di Fakultas Keperawatan USK dipimpin oleh Ners Noraliyatun Jannah, M.Kep. sebagai faculty mentor.

Ia dibantu oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Denni Mulyani, S.Kep. (School Lead), Ns. Alfiatur Rahmi, M.Kep. (Data Analysis), serta Najwa Miftahul Jannah, Ade Rahmad Ilham, dan Ikmaldi Nabawi (Research & Media).

Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian ini.

“Bergabungnya USK ke PHRC adalah kesempatan emas untuk menjembatani pendidikan keperawatan dengan tantangan global perubahan iklim dan kesehatan planet. Saya mengapresiasi inisiatif luar biasa ini sebagai wujud nyata kepemimpinan akademik USK,” ujarnya.

BACA JUGA:  GEN-A Latih Guru Kuasai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Sementara itu, Ners Noraliyatun Jannah, M.Kep., menegaskan bahwa PHRC akan menjadi panduan penting dalam pengembangan pendidikan di USK.

“PHRC akan menjadi peta jalan bagi Fakultas Keperawatan USK untuk memperkuat kurikulum, riset, dan aksi nyata yang berkontribusi pada sustainability serta mendukung visi Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Bergabungnya USK dalam PHRC tidak hanya menandai langkah awal bagi institusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional dalam penelitian, pengembangan kurikulum, dan advokasi lingkungan.

Ke depan, mahasiswa diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat sekaligus berperan aktif mengurangi dampak krisis lingkungan terhadap kesehatan manusia.

Dengan status ini, USK meneguhkan dirinya sebagai pionir pendidikan tinggi di Indonesia yang mengintegrasikan isu kesehatan manusia dan keberlanjutan bumi.

Lebih dari sekadar prestasi akademik, inisiatif ini merupakan panggilan moral untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *